Menyikapi Issu Papua Di Desember 2011

Dear Professional, mencoba memberi komentar Tulisan Nasuki yang rasanya kok mendukung Desintegrasi

Yang Pengin Merdeka Saya kira tidk hanya Papua saja, dulu Aceh , Riau,Sumbar, Yogya……..dst?……Kalau semua pengin rumah sendiri-sendiri diwajarkan seperti pendapat Mas Nasuki dibawah ini…….yah bubarlah NKRI.
Dikira : Aceh, Riau, Sumbar, DIY nggak ingin punya rumah sendiri…semua pengin sendiri………karena memang kenyataan ada ketimpangan
Saya hidup di Riau 25 tahun juga kalah maju dengan Jawa Walaupun sebagai Kota minyak….ketimpangan ini sebenarnya karena manajemen Pemimpin kita sejak Proklamasi sampai saat ini yang masih banyak kekurangan menurut saya bukan hanya orde Baru, Orde lama pun juga berantakan…bahkan di Jawa pun saat ini makan Nasi pun tidak bisa…diganti Jagung bahkan……Bulgur (saya mengalami lho…jadi nggak bisa dibantah)…….Anak muda tahunya orde Baru yang salah…semua tidak memuaskan RAKYAT saat itu (Baik Orde lama atau Orde baru)……..Bagi saya bukan suatu kesalahan…yah memang semua SUATU PROSES BERBANGSA yang harus dialami bangsa yang merdeka tanpa “Coach Parenting”….mungkin ini sudah nasib….kurang bagus memang…coba amati analisa saya sbb:

Di Indonesia, kalau ditengok dari sejarah, kita tahu ini bangsa ini kemerdekaan dengan merebut, sehingga para pemimpinnya menjadi lupa bahwa Mereka menjadi Team Leader bangsa Indonesia yang tidak punya atasan. Sehingga menjadi raja-raja kecil, yang sak-maunya- sendiri’=, karena tidak ada supervisor diatasnya lagi. Tidak ada Pengawas yang bertindak sebagai “Coach Parenting”, sehingga mereka tak terkontrol.
Lihat Persiden pertama setelah posisi kuat mengangkat dirinya seumur hidup, tak sungkan beristri banyak jelas butuh kekayaan yang banyak. Demikian Presiden kedua berusaha mirip sama, berusaha jadi presiden seumur hidup dan berpikir supaya keluarganya kaya semua. Padahal kalau keluaganya disuruh sekolah semua jadi Doktor, mereka kayapun tak akan ada yang menggugat
Padahal Presiden pertama dan kedua diiharapkan harus membangun FONDASI Rumah bangsa ini dulu , sebuah fondasi yang kuat (Karena kedua presiden ini masa jabatannya lama semua).

Apa PONDASI rumah bangsa yang kuat, Yaitu system administrasi negara dan tata hukum dan system masayarakat yang “solid”.
Kalau system administrasi & hukum sudah solid, disitu “semua yang berbau koruptif’ tak akan ada kesempatan berkembang. Sehingga presiden-presiden berikutnya tinggal bikin rumah bangsa yang bagus, presiden berikutnya lagi, tinggal mengisi rumah bangsa dengan Isi rumah yang lebih bagus.
Tetapi kenyataan angan-angan saya tentang Rumah Bangsa itu tak terwujud, itulah kenapa saya menilai Negara kita ini bernasib kurang beruntung?
Kenapa saya menyebut “bernasib kurang beruntungl”Marilah kita berandai-andai , mungkin ini disebabkan:
1. Kalau Jepang tidak Kalah Perang (Tidak dibom Atom sama Sekutu), Negara kita RI merdeka dengan “Coach Parenting” dari Jepang. Mungkin para pemimpin kita semua berpendidikan Jepang. Semua tahu Bangsa Jepang bangsa yang disiplin. Secara logika
Bangsa Indonesia akan dipimpin tetap oleh Bung Karno dengan model admistrasi gaya Jepang yang dikenal Disiplin. Pasti Budaya Korupsi tak akan tumbuh di Indonesia. Mungkin kita juga diajarai budaya “sumimaseng’ sambil menunduk mohon maaf kalau berbuat salah, dan ada budaya malu ala Jepang. Pemimpin akan malu berbudaya korupsi. Nggak ada itu pegawai pajak model “Gayus” apalagi ada istilah “mafiapajak”, akan nggak ada Team Anti Korupsi Gaya Presidena pertama, nggak perlu KPK. Karen Gaya Manajeman Perusahan kita akan menganut Manajemen Gaya Jepang.
2. Kemungkinan ke-2, kalau Belanda itu lebih bijak sewaktu numpang sekutu masuk Indonesia lagi. Mungkin Kita dan Arek-arek Surabaya tak akan berteriak” Kumpeni Go to hell”, dan Indonesia Merdeka dengan tetap mesra dengan Belanda. Kemungkinan para pemimpin kita dapat bea siswa ke Belanda dan kita juga dapat “Coach Parenting” dari Negara belanda dalam menata Negara diawal-awal kepemimpinan Presiden Pertama kita. Semua orang tau. Bahwa nenek-kita yang dapat pendidikan Belanda, sangat kental rasa disiplinnya. Rasanya para pemimpin Negara ini sebagai Team Leader suarau Rumah Bangsa yang baru akan ada Rasa “sungkan” dengan
Supervisor bayangan dari bentuk”Coach Parenting” dari Negara bekas penjajahnya memalui para pemimpin hasil pendidikan Eropa/Belanda. Praktis Budaya korupsi nggak aka nada.

Tapi bagaimanapun kita lupakan itu semua, mari kita sudah ada NKRI, lupakan semua kita TIRU CINA…Negara Besar dengan dengan disiplin yang kuat menjadi kekuatan Ekonomi besar….Itu semua karena CINA bisa berantas korupsi Kebetulan saya barusan kunjungi Cina, Kata orang Indonesia yang sudah menetap disana, Cina tahun 1960-an…tidak beda dengan Indonesia…tetapi karena mampu berantas KORUPSI…..sekarang LUAR BIASA. Mari kita berjuang berantas korupsi supaya tidak terjadi desintegrasi.

Salam
Ridwan Fakih

Kaitkata:


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.