<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rfakih's Weblog</title>
	<atom:link href="http://rfakih.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rfakih.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jan 2012 06:36:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rfakih.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rfakih's Weblog</title>
		<link>http://rfakih.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rfakih.wordpress.com/osd.xml" title="Rfakih&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rfakih.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hiruk Pikuk Ekonomi Indonesia</title>
		<link>http://rfakih.wordpress.com/2012/01/23/hiruk-pikuk-ekonomi-indonesia/</link>
		<comments>http://rfakih.wordpress.com/2012/01/23/hiruk-pikuk-ekonomi-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 06:36:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rfakih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rfakih.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Copy paste dari : http://www.koraninternet.com/webv2/lihatartikel/lihat.php?pilih=lihat&#038;id=19531 Sri Mulyani Indrawati (SMI), Berkeley Mafia, Organisasi Tanpa Bentuk (OTB), IMF Dan World Bank (WB) Senin, 21 Juni 10 Mundurnya Sri Mulyani Indrawati (SMI) sebagai Menteri Keuangan RI menimbulkan kehebohan dan banyak pertanyaan tentang penyebab yang sebenarnya. Ada yang mengatakan bahwa perpindahannya pada pekerjaan yang baru di World Bank (WB) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rfakih.wordpress.com&amp;blog=1749344&amp;post=25&amp;subd=rfakih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Copy paste dari :</p>
<p>http://www.koraninternet.com/webv2/lihatartikel/lihat.php?pilih=lihat&#038;id=19531</p>
<p>Sri Mulyani Indrawati (SMI), Berkeley Mafia, Organisasi Tanpa Bentuk (OTB), IMF Dan World Bank (WB)<br />
Senin, 21 Juni 10<br />
Mundurnya Sri Mulyani Indrawati (SMI) sebagai Menteri Keuangan RI menimbulkan kehebohan dan banyak pertanyaan tentang penyebab yang sebenarnya. Ada yang mengatakan bahwa perpindahannya pada pekerjaan yang baru di World Bank (WB) adalah hal yang membanggakan. Tetapi ada yang berpendapat, bahkan berkeyakinan tidak wajar, terutama kalau dikaitkan dengan skandal Bank Century (Century). </p>
<p>Saya termasuk yang berpendapat, bahkan yakin sangat tidak wajar. Alasan-alasan saya sebagai berikut. </p>
<p>Beberapa ungkapan dan pernyataan dalam berbagai pidato perpisahannya mengandung teka-teki dan mengundang banyak pertanyaan, yaitu : “Jangan ada pemimpin yang mengorbankan anak buahnya.” “Saya tidak bisa didikte”. “Saya menang”. “Saya tidak minggat, saya akan kembali”. Dalam pidato serah terimanya kepada Menkeu yang baru SMI menangis tidak wajar, berkali-kali dan sangat-sangat sedih. Lucu, menyatakan menang kok menangis sampai seperti itu. Juga sangat tidak wajar adanya sikap yang demikian fanatiknya dari staf Departemen Keuangan dengan ungkapan belasungkawa, seolah-olah SMI sudah meninggal. </p>
<p>SMI sedang diperiksa oleh KPK sebagai tindak lanjut dari penyelidikan tentang skandal Century. Dalam proses yang sedang berjalan, Bank Dunia menawarkan jabatan dengan dimulainya efektif pada tanggal 1 Juni 2010. Bank Dunia yang selalu mengajarkan good governance dan supremasi hukum ternyata sama sekali tidak mempedulikan adanya proses hukum yang sedang berlangsung terhadap diri SMI. </p>
<p>Menurut Jakarta Post, yang memberitakan melalui siaran pers tentang pengangkatan SMI sebagai managing director di WB adalah WB sendiri. Setelah itu, melalui wawancara barulah SMI mengakui bahwa berita itu benar. Itu terjadi pada tanggal 4 Mei 2010. </p>
<p>Juru bicara Presiden memberi pernyataan bahwa Presiden SBY akan memberi konferensi pers setelah memperoleh ketegasan dari Presiden WB Robert Zoelick. Namun sehari kemudian diberitakan bahwa SBY telah menerima surat dari Presiden WB pada tanggal 25 April 2010. Mengapa SBY merasa perlu berpura-pura seperti ini? </p>
<p>Dalam konferensi persnya, SBY memuji SMI sebagai salah seorang menteri terbaiknya yang disertai dengan rincian prestasi dan capaian-capaiannya. Tetapi justru dengan bangga melepaskan SMI supaya tidak melanjutkan baktinya kepada bangsa Indonesia. </p>
<p>SMI diberi waktu 72 jam untuk memberikan jawabannya menerima atau menolak tawaran WB. Tetapi SMI tidak membutuhkan waktu itu, karena dalam 24 jam langsung saja memberikan jawaban bahwa dirinya menerima tawaran itu. </p>
<p>Dan antara penerimaan tawaran dan efektifnya dia berfungsi di WB hanya 25 hari. Seorang sopir saja membutuhkan waktu transisi yang lebih lama untuk majikannya perorangan. Tetapi SMI dan SBY merasa tidak apa-apa kalau jangka waktu tersebut hanyalah 25 hari. </p>
<p>Mustahil bahwa WB yang mempunyai kantor perwakilan di Indonesia tidak mengetahui dan tidak mengikuti bekerjanya Pansus Century di DPR. Mustahil juga bahwa kantor perwakilan WB di Jakarta dan kantor pusatnya tidak mengetahui isi dari Laporan BPK. Dengan sendirinya juga mustahil bahwa WB tidak mengetahui bahwa sampai dibuktikan sebaliknya, SMI memang belum bersalah, tetapi jelas bermasalah yang masih dalam proses penyelesaian dan kejelasan oleh KPK. </p>
<p>Tetapi WB yang di seluruh dunia mengumandangkan dan mengajarkan Good Governance dan jagoan dalam menegakkan supremasi hukum melakukan penginjak-injakan proses hukum yang sedang berjalan di KPK. </p>
<p>Ketika itu, tindakan WB jelas melecehkan dan bahkan menganggap keseluruhan proses yang telah berjalan di Pansus Century DPR RI sebagai tidak ada atau hanya dagelan saja. Maka sangatlah menyedihkan bahwa sikap yang demikian oleh WB didukung oleh<br />
Presiden RI, sedangkan SMI bersikap tidak akan ada siapapun di Indonesia yang bisa menyentuhnya selama WB ada di belakangnya. </p>
<p>Ketika berita itu meledak, banyak orang termasuk saya sendiri yang bertanya-tanya, apakah pengangkatannya ini tidak akan menimbulkan gejolak. Ternyata sama sekali tidak. Dalam waktu 10 hari sudah tidak ada lagi yang berbicara dengan nada kritis. Sebaliknya, banyak sekali yang berbicara dengan nada memuji. </p>
<p>Yang lebih mengejutkan lagi ialah praktis tidak ada elit politik Indonesia yang marah kepada WB. Sebaliknya, dalam konferensi persnya Presiden RI SBY merasa berterima kasih kepada WB yang telah memberikan penghargaan kepada Indonesia, karena telah sudi memungut SMI menduduki jabatan yang terhormat di WB sebagai Managing Director. </p>
<p>Ada suara dari DPR, terutama dari Faisal Akbar (Hanura) yang menyerukan agar SMI dicekal sebelum pemeriksaannya oleh KPK tuntas dengan kesimpulan bahwa SMI memang bersih dalam kebijakannya bailout Century. Namun pernyataan yang sangat logis ini tidak bergaung. Respons dari KPK justru mengatakan bahwa pemeriksaan dapat dilanjutkan di Washington, DC. Langsung saja muncul reaksi yang mengatakan bahwa pemeriksaan semacam ini akan sangat mahal, karena jaraknya yang jauh, dan juga akan terkendala oleh tersedianya dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Saya sendiri tidak dapat membayangkan bahwa WB akan mengizinkan adanya seorang managing director&#8211;nya diperiksa oleh KPK di markas WB di Washington, DC. </p>
<p>Tadinya saya berpikir bahwa kalau dilakukan, pemeriksaan seorang managing director oleh KPK di Washington, DC pasti akan menarik perhatian pers internasional. Ternyata salah. Kenyataan adanya pengangkatan seorang MD WB yang bermasalah sama sekali tidak menarik perhatian pers internasional, terutama pers AS. Masih segar dalam ingatan kita betapa hebohnya reaksi pers internasional ketika Paul Wlfowitz terlibat skandal, sehingga memaksanya mengundurkan diri. Apa artinya? Begitu hebatkah SMI, atau begitu remehnya bangsa Indonesia di mata pers internasional, sehingga peristiwa Century yang sedang berlangsung dianggap tidak ada? </p>
<p>Episode paling akhir dari hijrahnya SMI ke WB adalah penampilan SMI dalam pertemuan-pertemuan perpisahan. Pidatonya yang mendapat tepuk tangan sambil berdiri (standing ovation) dari orang-orang seperti Gunawan Mohammad, Marsilam Simanjuntak, Wimar Witoelar mengundang renungan apa gerangan yang ada di belakang ucapannya yang hanya sepotong tanpa penjelasan lanjutannya itu? Yaitu : “Saya menang”, “Jangan lagi ada pemimpin yang tidak melindungi atau mengorbankan anak buahnya.” “I will come back” yang sangat mirip dengan ucapan Mac Arthur : “ I shall return”. Akankah SMI membentuk semacam pemerintahan in exile yang akan kembali menjadi Presiden RI ? Sudah ada yang menyuarakan bahwa SMI-lah yang paling cocok untuk menjadi Presiden RI di tahun 2014. </p>
<p>Di satu pihak demikian gagah beraninya sikap yang ditunjukkan oleh SMI dalam beberapa pidatonya, tetapi beliau menangis berkali-kali dengan wajah yang sangat-sangat sedih ketika berpidato dalam acara serah terima jabatan kepada Menteri Keuangan yang baru. Ada apa ? Sedihkah ? Menurut SMI sendiri tidak, dia menangis karena merasa “plong”, merasa lega. Bukankah orang menangis karena sedih atau karena terharu ? Kalau lega, apalagi “plong” biasanya bersorak sorai. </p>
<p>Apa pula yang menyebabkan Presiden SBY menghapus pengangkatan Anggito Abimanyu sebagai Wakil Menteri Keuangan tanpa yang bersangkutan diberitahu sebelumnya. Anggito mengetahuinya dari media massa seperti kita semua. Maka demi harga diri profesional, dia mengundurkan diri, membuang semua karir cemerlang yang dijalaninya. Demikian kejam, manipulatif, raja tega, main diktator, ataukah ada kekuatan besar, ada big stream that President SBY can not resist ? </p>
<p>METAFORSA BERKELEY MAFIA MENJADI ORGANISASI TANPA BENTUK (OTB) </p>
<p>Fenomena adanya sekelompok ekonom yang dikenal dengan sebutan Berkeley Mafia sudah kita ketahui. Aliran pikiran yang dihayati oleh kelompok ini juga sudah kita kenali. Komitmennya membela rakyat Indonesia ataukah membela kepentingan-kepentingan yang diwakili oleh 3 lembaga keuangan internasional (Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia dan IMF) juga sudah diketahui oleh masyarakat luas. </p>
<p>Pembentukan kelompok yang terkenal dengan nama Berkeley Mafia sudah dimulai sejak lama. Namanya menjadi terkenal dalam Konferensi Jenewa di bulan November 1967 yang akan diuraikan lebih lanjut pada bagian akhir tulisan ini. Awalnya kelompok ini adalah para ekonom dari FE UI yang disekolahkan di Universitas Berkeley untuk meraih gelar Ph.D. Tetapi lambat laun menjadi sebuah Organisasi Tanpa Bentuk (OTB) yang sangat kompak dan kokoh ideologinya. Ideologinya mentabukan campur tangan pemerintah dalam kehidupan ekonomi. Afiliasinya dengan kekuatan asing yang diwakili oleh Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia dan IMF, sehingga sangat sering memenangkan kehendak mereka yang merugikan bangsanya sendiri. Lambat laun para anggotanya meluas dari siapa saja yang sepaham. Banyak ekonom yang tidak pernah belajar di Universitas Berkeley, bahkan tidak pernah belajar di UI menjadi anggota. Mereka membentuk keturunan-keturunannya. </p>
<p>Anggotanya ditambah dengan para sarjana ilmu politik dari Ohio State University dengan Prof. Bill Liddle sebagai tokohnya, karena dia merasa dirinya “Indonesianist” dan diterima oleh murid-muridnya sebagai akhli tentang Indonesia. Paham dan ideologi yang dihayatinya sama. </p>
<p>Kemudian diperkuat dengan orang-orang yang merasa dirinya paling pandai di Indonesia, sedangkan rakyatnya masih bodoh. Sikapnya seperti para pemimpin dan kader Partai Sosialis Indonesia (PSI) dahulu, yang dipimpin oleh Sutan Sjahrir. Kecenderungannya memandang rendah dan sinis terhadap bangsanya sendiri, dengan sikap yang selalu tidak mau menjawab kritikan terhadap dirinya, melainkan disikapi dengan senyum yang khas, bagaikan dewa yang sedang tersenyum sinis. Sikap ini terkenal dengan sikap “senyum dewata”. Dengan senyum dewata banyak masalah sulit yang sedang menggantung memang menjadi lenyap. </p>
<p>Dengan demikian sebutan Berkeley Mafia sebaiknya diganti dengan Organisasi Tanpa Bentuk (OTB). </p>
<p>Ilustratif tentang adanya OTB ini adalah pidato Dorodjatun Kuntjorojakti yang pertama kali dalam forum CGI sebagai Menko Perekonomian dalam kabinet Megawati. Kepada sidang CGI diberikan gambaran tentang perekonomian Indonesia. Setelah itu dikatakan olehnya bahwa dia mengetahui kondisi perekonomian Indonesia dengan cepat karena dia selalu asistennya Prof. Ali Wardhana dan dekat dengan Prof. Widjojo Nitisastro. Selanjutnya dikatakan bahwa “dirinya bukan anggota partai politik. Tetapi kalau toh harus menyebut organisasinya, sebut saja Partai UI Depok”. Setengah bercanda, setengah bangga, secara tersirat Dorodjatun mengakui bahwa OTB memang ada, pandai, profesional dan berkuasa. </p>
<p>KAITAN Sri Mulyani Idrawati (SMI), PERAN KELOMPOK “BERKELEY MAFIA” DAN PENGANGKATANNYA SEBAGAI MANAGING DIRECTOR DI BANK DUNIA. </p>
<p>Jauh sebelum SMI menjadi “orang”, Berkeley Mafia sudah lahir dan sangat instrumental buat kekuatan asing. SMI adalah salah satu kader yang berkembang menjadi “Don”. </p>
<p>Marilah kita telusuri sejarahnya. Pencuatan Berkeley Mafia yang pertama kali dan fenomenal terjadi di Jenewa di bulan November 1967, ketika mereka mendukung atau lebih tepat “mengendalikan” pimpinan delegasi RI, yaitu Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Adam Malik. Tentang hal ini akan saya kemukakan pada bagian akhir tulisan ini dengan mengutip John Pilger, Jeffrey Winters dan Bradley Simpson yang akan diuraikan pada bagian akhir tulisan ini. Kita fokus terlebih dahulu pada jejak dan track record SMI. </p>
<p>JEJAK SMI DAN TRACK RECORD-NYA SEBAGAI KADER OTB YANG SANGAT GIGIH DAN MILITAN </p>
<p>SMI adalah orang yang sejak awal sudah disiapkan sebagai kader yang militan dari OTB. Seperti yang lain-lainnya, karir dimulai dari FE-UI. Karirnya yang menonjol tidak sebagai dosen, tetapi sebagai Direktur Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat UI (LPEM UI). Tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa FE UI dan Departemen Keuangan adalah pusat pengkaderan OTB. </p>
<p>Ketika sudah terlihat jelas bahwa PDI-P akan menang dalam pemilu tahun 1999, dan Ketua Umumnya Megawati diperkirakan pasti akan menjadi Presiden, Kongres-nya di Bali menarik perhatian dari seluruh dunia. Saya terkejut melihat beberapa ekonom terkenal dari OTB hadir dalam pembukaan Kongres PDI-P di Bali tahun 1998 yang diselenggarakan di stadion. Mereka mendapat tempat khusus di stadion berlangsungnya pidato pembukaan oleh Megawati, yaitu duduk di kursi di bawah panggung. Tidak berdiri di depan panggung bersama-sama dengan massa yang mendengarkan pidato Ketua Umum PDI-P. Kalau tidak salah, SMI ada di antaranya. </p>
<p>Buat saya sangat mengherankan karena Berkeley Mafia adalah arsitek pembangunan ekonomi di era Soeharto yang dengan sendirinya bersikap berseberangan dan sangat melecehkan serta memandang rendah PDI-P. Mengapa mereka sekarang hadir dalam Kongres PDI-P ? Ternyata mereka dibawa oleh orang yang ketika itu sangat dekat dengan Megawati. Mereka diperkenalkan kepada Megawati sebagai calon-calon menteri dalam Kabinet Mega nantinya. </p>
<p>Dari sini sangatlah jelas bahwa buat OTB, yang penting memegang kekuasaan ekonomi tanpa peduli siapa Presidennya dan tanpa peduli apa ideologi Presidennya. Mereka mempunyai organisasi sendiri yang saya sebut OTB tadi dengan kekuatan dan pengaruh yang sangat besar. Sepanjang 32 tahun rezim Soeharto, mereka selalu memegang tampuk kekuasaan ekonomi. </p>
<p>Ketika pak Harto mengundurkan diri dan digantikan oleh Habibie, walaupun sudah tidak 100% lagi, kekuasaan ekonomi ada di tangan para menteri OTB. </p>
<p>Sejak pak Harto berkuasa sampai dengan Megawati, dua Don dari OTB, Widjojo Nitisastro dan Ali Wardhana selalu secara resmi penasihat Presiden atas dasar Keputusan Presiden. </p>
<p>Habibie digantikan oleh Gus Dur sebagai Presiden. Dalam kabinet Gus Dur tidak ada satupun menteri dari OTB. Menko EKUIN dipegang oleh Kwik Kian Gie (KKG), Menteri Keuangannya Bambang Sudibyo, Menteri Perdagangan dan Industri Jusuf Kalla. Tiga orang ini jelas tidak ada sangkut pautnya dengan OTB dan sama sekali tidak dapat dipengaruhi oleh OTB. </p>
<p>Dalam waktu singkat Gus Dur ditekan oleh kekuatan internasional dan kekuatan para pengusaha besar di dalam negeri untuk memecat KKG. Karena sudah lama bersahabat, Gus Dur menceritakannya terus terang kepada KKG, sambil mengatakan bahwa beliau telah mencapai kompromi dibentuk Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dengan Emil Salim sebagai Ketua dan SMI sebagai sekretarisnya. Di dalamnya ada beberapa anggota yang hanya berfungsi sebagai embel-embel. Mereka tidak pernah aktif kecuali SMI dan Emil Salim. DEN berhak menghadiri setiap rapat koordinasi oleh Menko EKUIN. Sebelum dan setelah KKG menjabat Menko EKUIN DEN tidak pernah ada. Jadi DEN memang khusus diciptakan untuk menjaga, mengawasi dan memata-matai KKG supaya jangan neko-neko terhadap OTB dan kepentingan World Bank, Bank Pembangunan Asia dan IMF. </p>
<p>Dalam rapat koordinasi yang pertama KKG mengatakan kepada para menteri yang ada dalam koordinasinya bahwa kita sedang berhadapan dengan IMF yang mengawasi dengan ketat pelaksanaan Letter of Intent (LoI). Banyak dari butir-butir dalam LoI yang merugikan bangsa Indonesia, antara lain, bea masuk untuk impor beras dan gula harus nol persen, sedangkan ketika itu produksi dalam negeri melimpah. Maka KKG mengatakan supaya para menteri bersikap membela kepentingan bangsa Indonesia, kalau perlu menelikung, menghambat atau menyiasati LoI yang merugikan bangsa kita. Kalau mereka menghadapi persoalan KKG sebagai Menko EKUIN akan bertanggung jawab. </p>
<p>Beberapa hari kemudian Emil Salim mendatangi KKG menegur dengan keras bahwa KKG tidak boleh bersikap seperti itu. KKG harus taat melaksanakan semua butir yang ada di dalam LoI, karena KKG sendirilah sebagai Menko EKUIN yang menandatangani LoI. </p>
<p>Beberapa hari lagi setelah itu, Bambang Sudibyo (Menkeu), KKG dan Emil Salim dipanggil oleh Gus Dur. Gus Dur mempersilakan Emil Salim mengkuliahi KKG dan Bambang Sudibyo yang isinya tiada lain adalah butir-butir dari LoI. </p>
<p>Mungkin dirasakan tidak mempan, sidang kabinet diselenggarakan secara khusus yang agendanya tunggal, yaitu membahas LoI. Kepada setiap menteri diberikan selembar formulir yang isinya butir-butir LoI yang harus dilaksanakan oleh masing-masing menteri yang bersangkutan, dan kemudian harus ditandatangani. Menteri-menteri menggerutu diperlakukan seperti anak SD. </p>
<p>Dalam sidang kabinet itu, Mensesneg Bondan Gunawan membacakan uraiannya tentang butir-butir LoI yang mutlak harus dilaksanakan oleh setiap menteri, lengkap dengan slides. SMI hadir dalam sidang kabinet itu. Seusai membacakannya, Bondan sambil berkeringat menggerutu kepada KKG sambil mengatakan “diamput” bahwa dirinya tidak mengerti ekonomi kok disuruh memaparkan hal-hal seperti itu. Ketika KKG menanyakannya siapa yang membuatnya, dijawab singkat : SMI. </p>
<p>Sebagai Menko EKUIN KKG ex officio menjabat Ketua KKSK yang memimpin dan memutuskan tentang rekapitalisasi bank-bank seperti yang tercantum dalam LoI. Dalam rapat tentang rekap BNI sebesar Rp. 60 trilyun, LoI mengatakan bahwa rekap dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp. 30 trilyun, seluruh Direksi diganti dan<br />
dipantau apakah bekerja dengan baik menurut ukuran IMF. Kalau ya, maka Rekap. kedua sebesar Rp. 30 trilyun dilakukan. Darmin Nasution yang ketika itu Direktur di Kementerian Keuangan hadir mewakili Depkeu. Dia mengusulkan supaya Rekap. dilakukan sekaligus saja sebesar Rp. 60 trilyun, agar pemerintah tidak perlu dua kali minta izin/melaporkan kepada DPR. SMI yang hadir protes, mengatakan bahwa dalam LoI tercantum Rekap. dalam dua tahap. KKG merasa usulan Darmin Nasution masuk akal. Maka diputuskan olehnya bahwa Rekap. dilakukan sekaligus. Terlihat SMI sibuk dengan HP-nya. </p>
<p>Seusai rapat, begitu KKG tiba di ruang kerjanya dari ruang rapat, telpon berdering dari John Dordsworth, Kepala Perwakilan IMF di Jakarta yang marah-marah karena KKG memutuskan tentang Rekap. BNI yang bertentangan dengan ketentuan LoI. Begitu telpon diletakkan telpon berdering lagi dari Bambang Sudibyo yang menceriterakan bahwa dirinya baru dimarah-marahi oleh Mark Baird, Kepala Perwaklian Bank Dunia di Jakarta tentang hal yang sama. Sangat jelas tugas SMI ternyata melaporkan segala sesuatu yang dilakukan oleh Pemerintah dan dianggap menyimpang dari yang dikehendaki oleh IMF, walaupun yang dikehendaki oleh IMF merugikan bangsa Indonesia. </p>
<p>Peristwa selanjutnya adalah ketika KKSK harus merekap Bank Danamon. Bank Danamon diwakili oleh Dirutnya, seorang Amerika bernama Milan Schuster dan Direkturnya puteranya Ali Wardhana, Mahendra Wardhana. Mereka mengemukakan bahwa Bank Danamon menderita kerugian setiap bulannya dan CAR-nya juga di bawah 8%. KKG bertitik tolak dari jumlah kerugian setiap bulannya. Untuk menutup kerugian ini, surat utang pemerintah yang bernama Obligasi Rekapitalisasi Perbankan (OR) yang harus diinjeksikan haruslah Rp. X<br />
yang harus memberikan pendapatan bunga sebesar kerugian Bank Danamon. Maka keluarlah angka Rp. 18 trilyun. Dengan pendapatan bunga sebesar 1% sebulan dari OR yang Rp. 18 trilyun, kerugian Bank Danamon akan tertutup, atau Bank Danamon tidak akan bleeding lagi. SMI langsung protes mengatakan bahwa menginjeksi OR sebesar Rp. 18 trilyun berarti menjadikan CAR-nya sebesar 36%, sedangkan LoI memerintahkan merekap bank-bank sampai CAR-nya menjadi 8% saja. KKG tidak peduli, karena yang hendak dicapai adalah supaya Bank berhenti merugi. Kalau rekap dilakukan dengan jumlah yang hanya cukup untuk menjadikan CAR 8% saja, pendapatan bunganya akan jauh lebih kecil daripada kerugiannya, sehingga rekapitalisasi tidak akan menghentikan kerugian-nya (masih tetap bleeding). </p>
<p>Kebijakan KKG yang menyimpang dari LoI, tetapi jelas-jelas lebih logis ini ternyata dilaporkan kepada IMF oleh SMI. Saya mengetahui tentang hal ini, karena ketika melakukan kunjungan kehormatan pada Menteri Keuangan Larry Summers di kantornya di Washington, DC, saya diterima oleh Larry Summers sendiri sebagai Menteri Keuangan, didampingi oleh Timothy Geithner selalu Deputy-nya plus beberapa pejabat tinggi lainnya yang memarahi KKG bahwa KKG selalu menelikung LoI-nya IMF. Ketika saya tanyakan tentang apa konkretnya sebagai contoh, dia menceriterakan persis seperti yang dikatakan oleh SMI dalam rapat KKSK. </p>
<p>Selaku Menko EKUIN KKG harus memimpin delegasi RI ke Paris Club untuk berunding tentang penjadwalan kembali pembayaran hutang yang sudah jatuh tempo, karena Pemerintah tidak mampu membayarnya. KKG diundang ke Departemen Keuangan guna menerima penjelasan-penjelasan tentang jalannya perundingan, dan juga diberikan arahan-arahan oleh 3 perusahaan konsultan asing yang terkenal dengan nama “Troika”. Saya lupa nama dari masing-masing perusahaan konsultan tersebut. Dikatakan juga bahwa KKG beserta delegasinya (Dono Iskandar dari BI dan Jusuf Anwar dari Depkeu) harus siap bahwa lamanya perundingan 24 jam non stop tanpa dapat tidur, yaitu dari jam 10.00 pagi sampai jam 10.00 pagi keesokan harinya. </p>
<p>KKG mengatakan bahwa dia tidak mau mengikuti skenario yang seperti itu. KKG minta kepada para petinggi Depkeu yang hadir agar mempersiapkan gambaran menyeluruh tentang posisi hutang luar negeri RI. KKG akan mengatakan bahwa jumlah hutang yang demikian besarnya adalah kesalahan negara-negara pemberi hutang juga, yang sejak tahun 1967 menggerojok hutang kepada Indonesia melalui IGGI/CGI. Setelah mengucapkan pidato singkat ini KKG akan tidur, dan mempersilakan mereka berunding sesukanya. Apa yang merekaputuskan akan dipenuhi oleh KKG kalau dianggap reasoanble dan fair, tetapi kalau dianggap tidak fair akan ditolak dan KKG akan segera terbang kembali ke Indonesia sambil mengatakan akan berani menghadapi resiko apapun. </p>
<p>Beberapa hari kemudian Marsilam Simanjuntak (Mensesneg) menelpon KKG memberitahukan bahwa Presiden Gus Dur telah menerbitkan Keputusan Presiden yang membentuk Tim Asistensi pada Menko EKUIN yang harus mengawal (baca mengawasi dan mengendalikan) Menko EKUIN selama perundingan Paris Club. Ketuanya Widjojo Nitisastro dan Sekretarisnya SMI. Memang selama perundingan Widjojo N. dan SMI mengapit KKG dan Bambang Sudibyo selama 24 jam, supaya mereka menjaga bahwa KKG benar-benar menanggapi pasal demi pasal dari para anggota Paris Club. </p>
<p>Ketika Megawati menjabat Presiden, diberitakan di Kompas bahwa SMI akan menjabat sebagai anggota Board of Directors IMF di Washington mewakili Indonesia. KKG menanyakan hal itu kepada Mega. Beliau terkejut sambil mengatakan : “kok enak saja, kan harus dengan persetujuan saya?”, sambil mengatakan juga bahwa beliau tidak pernah mengetahuinya dan tidak pernah menandatangani Keppres untuk itu. Beberapa hari kemudian diberitakan lagi di Kompas bahwa SMI sudah akan efektif menjabat per tanggal tertentu. KKG menanyakan hal itu lagi kepada Megawati, dan dijawab bahwa Keppresnya memang sudah ditandatangani dengan alasan “…daripada, daripada ….” </p>
<p>Konon kabarnya, sebelum susunan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) I terbentuk, SBY didatangi oleh Dubes AS Ralph Boyce dan Kepala Perwakilan Bank Dunia di Jakarta Andrew Steer. Mereka mengatakan bahwa kendali ekonomi hendaknya diberikan kepada SMI, Boediono dan Mari Pangestu. Boediono menolak yang bisa dipahami. Seusai sidang kabinet Megawati terakhir Boediono berpamitan dengan rekan-rekan menterinya. Dia mengatakan bahwa salah satu dari kita bisa saja diminta lagi oleh SBY untuk duduk dalam kabinetnya. Tetapi dia (Boediono) tidak akan mau duduk dalam pemerintahan. Dia sudah fed up dan akan kembali ke kampus saja. Saya termasuk yang diberitahu tentang hal ini. Maka saya tidak heran mendengar bahwa Boediono menolak tawaran SBY untuk duduk dalam KIB-nya. Namun ketika SBY tidak tahan tekanan publik, beliau mengumumkan akan melakukan reshuffle kabinet. Saya mendengar bahwa Boediono sedang “digarap” habis-habisan untuk mau menjadi Menko Perekonomian, dan terjadilah itu. Ini saya gambarkan betapa mutlak pengaruh kekuatan internasional dalam mengendalikan kebijakan ekonomi Indonesia. Lebih hebat lagi, Jakarta Post tanggal 25 Mei 2009 memberitakan bahwa ketika Boediono ditanya, faktor apa yang mendorongnya mau menerima pencalonan dirinya sebagai Wakil Presiden dijawab olehnya : “because of a big stream that I can not resist”, yang berarti karena arus (kekuatan) besar yang tidak dapat ditahannya. Saya merasa perlu menceriterakan ini karena hubungannya antara SMI dan Boediono yang sama-sama anggota senior OTB dan sama-sama disodorkan kepada SBY agar mereka dan Mari Pangestu memegang kekuasaan ekonomi di Indonesia. Kenyataan-kenyataan ini jelas relevan dalam menjelaskan mengapa pengangkatan SMI sebagai managing director WB yang sangat tidak wajar dan menghina bangsa Indonesia itu berjalan demikian mulusnya. </p>
<p>Di tengah-tengah menjalankan tugas sebagai Menkeu yang dalam proses pemeriksaan oleh KPK sebagai tindak lanjut dari hasil kerja Pansus DPR tentang Bank Century, SMI mengumumkan pengunduran dirinya untuk menjabat sebagai managing director di WB mulai tanggal 1 Juni 2010, seperti yang kita ketahui bersama. </p>
<p>Saya mempunyai pengalaman yang menyangkut SMI dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Ceriteranya sebagai berikut: hibah dari Uni Eropa kepada Indonesia menurut investigasi WB dikorup. Karena pelaksananya Bappenas, maka saya “diperiksa” oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Yang dipermasalahkan bukan KKG mengkorup, tetapi mengapa KKG membayar kembali hibah yang dituntut oleh WB sebesar USD 500 juta sedangkan yang dikorup hanyalah sekitar USD 30.000. Mengembalikan hibah seluruhnya sebesar USD 500 juta dianggap merugikan keuangan negara. Tetapi ketika salah paham, bahwa justru KKG yang berkelahi tidak mau membayar dan SMI yang sebagai Menteri Keuangan yang membayarnya, SMI-nya tidak diapa-apakan. KKG juga tidak diapa-apakan, tetapi sempat diperiksa. Berkaitan dengan ini ada hal sejenis yang terpublikasikan secara luas. Indonesia menerima hutang dari WB sebesar USD 4,7 juta untuk membangun proyek infra struktur. Menurut WB lagi sebagian dikorup, dan karena itu minta supaya seluruh hutang yang USD 4,7 juta dikembalikan. Tidak jelas dikembalikan atau tidak. Rasanya dikembalikan dan tidak ada konsekwensinya, walaupun dianggap merugikan dan mengacaukan perencanaan keuangan negara. Saya kemukakan ini karena ada kecenderungan segala sesuatunya akan kebal hukum apabila WB ada di belakangnya. Jelas ini merupakan faktor yang bisa menjelaskan mengapa pengangkatan SMI oleh WB langsung saja mematikan urusannya dengan KPK tentang Century yang sebelumnya demikian gegap gempitanya. </p>
<p>SMI, BERKELY MAFIA, KEKUATAN ASING DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA </p>
<p>Kekuatan asing yang boleh dikatakan menentukan semua kebijakan ekonomi dan keuangan Indonesia diwakili oleh tiga lembaga keuangan internasional, yaitu Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia dan IMF. </p>
<p>Ketika KKG sebagai Menko EKUIN pertama kali harus mengucapkan pidato di depan CGI dalam pembukaan rapat tahunannya, kepada KKG disodorkan naskah pidato oleh staf yang jelas anggota OTB. Isinya sama sekali tidak disetujui oleh KKG, dan dia minta kepada staf yang bersangkutan supaya diubah dengan arahan dari KKG. Dia menolak sambil mengatakan bahwa sudah menjadi tradisi sejak dahulu kala bahwa pidato pembukaan IGGI/CGI oleh Ketua Delegasi RI haruslah dibuat oleh WB melalui staf Menko EKUIN. Akhirnya saya membuatnya sendiri yang isinya sesuai dengan hati nurani dan keyakinan saya, yang ternyata isinya mengejutkan pimpinan sidang, Wakil Presiden WB Dr. Kasum. </p>
<p>Pidato yang saya ucapkan mengandung tiga inti. Yang pertama, kalau Indonesia tidak mampu membayar cicilan pokok utang beserta bunga yang jatuh tempo, negara-negara IGGI/CGI ikut bersalah, karena barang siapa memberi utang harus mengevaluasi apakah yang diberi utang akan mampu membayar cicilan utang pokoknya beserta bunganya tepat waktu. Kalau ternyata tidak bisa, negara-negara pemberi utang harus ikut bertanggung jawab dalam bentuk hair cut. Bukan hanya penundaan pembayaran cicilan utang pokoknya saja, yang sifatnya menggeser beban di kemudian hari, sedangkan bunganya membengkak. Kedua, KKG protes penggunaan istilah “negara donor”, dan minta supaya istilah yang sudah dibakukan oleh WB bersama-sama dengan para ekonom OTB itu diganti dengan istilah “negara kreditur” atau “negara pemberi utang”. Ketiga, KKG juga protes digunakannya istilah “aid” atau bantuan, dan minta diganti dengan “loan” atau kredit. Kesemuanya tidak dihiraukan. Belakangan saya mendengar dari Dr. Satish Mishra yang khusus diperbantukan pada Indonesia oleh PBB selama krisis. Dia memberitahukan kepada saya bahwa walaupun segala sesuatu yang saya katakan masuk akal, para ekonom OTB sendiri bersama-sama dengan WB, Bamk Pembangunan Asia dan IMF menyikapinya dengan “let him talk”. Biarlah dia bicara, tidak akan ada dampaknya sama sekali. </p>
<p>SEJARAH PENGUASAAN EKONOMI INDONESIA OLEH KEKUATAN ASING DAN KELOMPOK BERKELEY MAFIA </p>
<p>Mari sekarang kita telaah bagaimana beberapa akhli dan pengamat asing melihat peran kekuatan asing dan kelompok Berkeley Mafia dalam perekonomian Indonesia sejak tahun 1967. </p>
<p>Saya kutip apa yang ditulis oleh John Pilger dalam bukunya yang berjudul “The New Rulers of the World.” Saya terjemahkan seakurat mungkin ke dalam bahasa Indonesia sebagai berikut : </p>
<p>“Dalam bulan November 1967, menyusul tertangkapnya ‘hadiah terbesar’, hasil tangkapannya dibagi. The Time-Life Corporation mensponsori konferensi istimewa di Jenewa yang dalam waktu tiga hari merancang pengambil alihan Indonesia. Para pesertanya meliputi para kapitalis yang paling berkuasa di dunia, orang-orang seperti David Rockefeller. Semua raksasa korporasi Barat diwakili : perusahaan-perusahaan minyak dan bank, General Motors, Imperial Chemical Industries, British Leyland, British American Tobacco, American Express, Siemens, Goodyear, The International Paper Corporation, US Steel. Di seberang meja adalah orang-orangnya Soeharto yang oleh Rockefeller disebut “ekonoom-ekonoom Indonesia yang top”. </p>
<p>“Di Jenewa, Tim Sultan terkenal dengan sebutan ‘the Berkeley Mafia’, karena beberapa di antaranya pernah menikmati beasiswa dari pemerintah Amerika Serikat untuk belajar di Universitas California di Berkeley. Mereka datang sebagai peminta-minta yang menyuarakan hal-hal yang diinginkan oleh para majikan yang hadir. Menyodorkan butir-butir yang dijual dari negara dan bangsanya, Sultan menawarkan : …… buruh murah yang melimpah….cadangan besar dari sumber daya alam ….. pasar yang besar.” </p>
<p>Di halaman 39 ditulis : “Pada hari kedua, ekonomi Indonesia telah dibagi, sektor demi sektor. ‘Ini dilakukan dengan cara yang spektakuler’ kata Jeffrey Winters, guru besar pada Northwestern University, Chicago, yang dengan mahasiwanya yang sedang bekerja untuk gelar doktornya, Brad Simpson telah mempelajari dokumen-dokumen konferensi. ‘Mereka membaginya ke dalam lima seksi : pertambangan di satu kamar, jasa-jasa di kamar lain, industri ringan di kamar lain, perbankan dan keuangan di kamar lain lagi; yang dilakukan oleh Chase Manhattan duduk dengan sebuah delegasi yang mendiktekan kebijakan-kebijakan yang dapat diterima oleh mereka dan para investor lainnya. Kita saksikan para pemimpin korporasi besar ini berkeliling dari satu meja ke meja yang lain, mengatakan : ini yang kami inginkan : ini, ini dan ini, dan mereka pada dasarnya merancang infra struktur hukum untuk berinvestasi di Indonesia. Saya tidak pernah mendengar situasi seperti itu sebelumnya, di mana modal global duduk dengan para wakil dari negara yang diasumsikan sebagai negara berdaulat dan merancang persyaratan buat masuknya investasi mereka ke dalam negaranya sendiri. </p>
<p>Freeport mendapatkan bukit (mountain) dengan tembaga di Papua Barat (Henry Kissinger duduk dalam board). Sebuah konsorsium Eropa mendapat nikel Papua Barat. Sang raksasa Alcoa mendapat bagian terbesar dari bauksit Indonesia. Sekelompok perusahaan-perusahaan Amerika, Jepang dan Perancis mendapat hutan-hutan tropis di Sumatra, Papua Barat dan Kalimantan. Sebuah undang-undang tentang penanaman modal asing yang dengan buru-buru disodorkan kepada Soeharto membuat perampokan ini bebas pajak untuk lima tahun lamanya. Nyata dan secara rahasia, kendali dari ekonomi Indonesia pergi ke Inter Governmental Group on Indonesia (IGGI), yang anggota-anggota intinya adalah Amerika Serikat, Canada, Eropa, Australia dan, yang terpenting, Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia.” </p>
<p>Demikian gambaran yang diberikan oleh Brad Simpson, Jeffrey Winters dan John Pilger tentang suasana, kesepakatan-kesepakatan dan jalannya sebuah konferensi yang merupakan titik awal sangat penting buat nasib ekonomi bangsa Indonesia selanjutnya. </p>
<p>Kalau baru sebelum krisis global berlangsung kita mengenal istilah “korporatokrasi”, paham dan ideologi ini sudah ditancapkan di Indonesia sejak tahun 1967. Delegasi Indonesia adalah Pemerintah. Tetapi counter part-nya captain of industries atau para korporatokrat. </p>
<p>PARA PERUSAK EKONOMI NEGARA-NEGARA MANGSA </p>
<p>Benarkah sinyalemen John Pilger, Joseph Stiglitz dan masih banyak ekonom AS kenamaan lainnya bahwa hutanglah yang dijadikan instrumen untuk mencengkeram Indonesia ? </p>
<p>Dalam rangka ini, saya kutip buku yang menggemparkan. Buku ini ditulis oleh John Perkins dengan judul : “The Confessions of an Economic Hit man”, atau “Pengakuan oleh seorang Perusak Ekonomi”. Buku ini tercantum dalam New York Times bestseller list selama 7 minggu. </p>
<p>Saya kutip sambil menterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia sebagai berikut. </p>
<p>Halaman 12 : “Saya hanya mengetahui bahwa penugasan pertama saya di Indonesia, dan saya salah seorang dari sebuah tim yang terdiri dari 11 orang yang dikirim untuk menciptakan cetak biru rencana pembangunan pembangkit listrik buat pulau Jawa.” </p>
<p>Halaman 13 : “Saya tahu bahwa saya harus menghasilkan model ekonometrik untuk Indonesia dan Jawa”. “Saya mengetahui bahwa statistik dapat dimanipulasi untuk menghasilkan banyak kesimpulan, termasuk apa yang dikehendaki oleh analis atas dasar statistik yang dibuatnya.” </p>
<p>Halaman 15 : “Pertama-tama saya harus memberikan pembenaran (justification) untuk memberikan hutang yang sangat besar jumlahnya yang akan disalurkan kembali ke MAIN (perusahaan konsultan di mana John Perkins bekerja) dan perusahan-perusahaan Amerika lainnya (seperti Bechtel, Halliburton, Stone &amp; Webster, dan Brown &amp; Root) melalui penjualan proyek-proyek raksasa dalam bidang rekayasa dan konstruksi. Kedua, saya harus membangkrutkan negara yang menerima pinjaman tersebut (tentunya setelah MAIN dan kontraktor Amerika lainnya telah dibayar), agar negara target itu untuk selamanya tercengkeram oleh kreditornya, sehingga negara penghutang (baca : Indonesia) menjadi target yang empuk kalau kami membutuhkan favours, termasuk basis-basis militer, suara di PBB, atau akses pada minyak dan sumber daya alam lainnya.” </p>
<p>Halaman 15-16 : “Aspek yang harus disembunyikan dari semua proyek tersebut ialah membuat laba sangat besar buat para kontraktor, dan membuat bahagia beberapa gelintir keluarga dari negara-negara penerima hutang yang sudah kaya dan berpengaruh di negaranya masing-masing. Dengan demikian ketergantungan keuangan negara penerima hutang menjadi permanen sebagai instrumen untuk memperoleh kesetiaan dari pemerintah-pemerintah penerima hutang. Maka semakin besar jumlah hutang semakin baik. Kenyataan bahwa beban hutang yang sangat besar menyengsarakan bagian termiskin dari bangsanya dalam bidang kesehatan, pendidikan dan jasa-jasa sosial lainnya selama berpuluh-puluh tahun tidak perlu masuk dalam pertimbangan.” </p>
<p>Halaman 15 : “Faktor yang paling menentukan adalah Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Proyek yang memberi kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB harus dimenangkan. Walaupun hanya satu proyek yang harus dimenangkan, saya harus menunjukkan bahwa membangun proyek yang bersangkutan akan membawa manfaat yang unggul pada pertumbuhan PDB.” </p>
<p>Halaman 16 : “Claudia dan saya mendiskusikan karakteristik dari PDB yang menyesatkan. Misalnya pertumbuhan PDB bisa terjadi walaupun hanya menguntungkan satu orang saja, yaitu yang memiliki perusahaan jasa publik, dengan membebani hutang yang sangat berat buat rakyatnya. Yang kaya menjadi semakin kaya dan yang miskin menjadi semakin miskin. Statistik akan mencatatnya sebagai kemajuan ekonomi.” </p>
<p>Halaman 19 : “Sangat menguntungkan buat para penyusun strategi karena di tahun-tahun enam puluhan terjadi revolusi lainnya, yaitu pemberdayaan perusahaan-perusahaan internasional dan organisasi-organisasi multinasional seperti Bank Dunia dan IMF.” </p>
<p>PENUTUP </p>
<p>Fokus tulisan ini adalah peran SMI dalam perpspektif sejarah dan kaitannya dengan hubungan yang sangat erat dan subordinatif pada kekuatan-kekuatan asing, mungkin kekuatan corporatocracy yang diwakili oleh tiga lembaga keuangan internasional, yaitu Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia dan IMF. </p>
<p>Sejak Konferensi Jenewa bulan November 1967 yang digambarkan oleh John Pilger, dalam tahun itu juga lahir UU no. 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing, yang disusul dengan UU No. 6 tahun 1968 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri, dan serangkaian perundang-undangan dan peraturan beserta kebijakan-kebijakan yang sangat jelas menjurus pada liberalsasi. Dalam berbagai perundang-undangan dan peraturan tersebut, kedudukan asing semakin lama semakin bebas, sehingga akhirnya praktis sama dengan kedudukan warga negara Indonesia. Kalau kita perhatikan bidang-bidang yang diminati dalam melakukan investasi besar di Indonesia, perhatian mereka tertuju pada pertumbuhan PDB Indonesia yang produknya untuk mereka, sedangkan bangsa Indonesia hanya memperoleh pajak dan royalti yang sangat minimal. </p>
<p>Bidang-bidang ini adalah pertambangan dan infra struktur seperti listrik dan jalan tol yang dari tarif tinggi yang dikenakan pada rakyat Indonesia mendatangkan laba baginya. </p>
<p>Bidang lain adalah memberikan kredit yang sebesar-besarnya dengan tiga sasaran : pertama, memperoleh pendapatan bunga, kedua, proyek yang dikaitkan dengan hutang yang diberikan di mark up, dan dengan hutang kebijakan Indonesia dikendalikan melalui anak bangsa sendiri, terutama yang termasuk kelompok OTB untuk ekonomi dan kelompok The Ohio Boys untuk bidang politik. </p>
<p>Keseluruhan ini sendiri merupakan cerita yang menarik dan bermanfaat sebagai bahan renungan introspeksi betapa kita sejak tahun 1967 sudah dijajah kembali dengan cara dan teknologi yang lebih dahsyat. </p>
<p>Para penjajah Belanda dahulu menanam berbagai pohon yang buahnya bernilai tinggi. Kekejaman mereka terletak pada eksploitasi manusia Indonesia bagaikan budak. Kebun-kebunnya sampai sekarang menjadi PTP yang masih menguntungkan. </p>
<p>Sejak tahun 1967, pengerukan dan penyedotan kekayaan alam Indonesia oleh kekuatan asing, terutama mineral yang sangat mahal harganya dan sangat vital itu dilakukan secara besar-besaran dengan modal besar dan teknologi tinggi. Para pembantunya adalah bangsa sendiri yang berhasil dijadikan kroni-kroninya. Apakah pengangkatan SMI menjadi managing director WB merupakan bagian dari skenario ini saya tidak tahu. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rfakih.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rfakih.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rfakih.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rfakih.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rfakih.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rfakih.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rfakih.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rfakih.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rfakih.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rfakih.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rfakih.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rfakih.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rfakih.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rfakih.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rfakih.wordpress.com&amp;blog=1749344&amp;post=25&amp;subd=rfakih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rfakih.wordpress.com/2012/01/23/hiruk-pikuk-ekonomi-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2b83242ec03ee3ccbfcac0a85e76943?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rfakih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inilah Parameter Pemimpin Indonesia Yang baik</title>
		<link>http://rfakih.wordpress.com/2012/01/22/inilah-parameter-pemimpin-indonesia-yang-baik/</link>
		<comments>http://rfakih.wordpress.com/2012/01/22/inilah-parameter-pemimpin-indonesia-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 07:41:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rfakih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rfakih.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini Indonesia tercinta sudah berumur lebih dari 66 tahun. Ada seorang pakar psikologi mengatakan, kita perlu waspada untuk mengamati posisi umur memasuki angka 18-40-60. Umur negara mungkin tidak identik dengan umur manusia. Memang. Tetapi tidak ada salahnya kita perlu merenung dengan umur negara kita yang sudah berumur lebih dari 66tahun ini, untuk mengetahui sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rfakih.wordpress.com&amp;blog=1749344&amp;post=23&amp;subd=rfakih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini Indonesia tercinta sudah berumur lebih dari 66 tahun. Ada seorang pakar psikologi mengatakan, kita perlu waspada untuk mengamati posisi umur memasuki angka 18-40-60. Umur negara mungkin tidak identik dengan umur manusia. Memang. Tetapi tidak ada salahnya kita perlu merenung dengan umur negara kita yang sudah berumur lebih dari 66tahun ini, untuk mengetahui sudah seberapa jauh kita berjalan. Sudah benarkah arah perjalanan kita. Apakah jalan kita yang kita tempuh sudah mengarah kepada tujuan yang kita tetapkan.<br />
Dengan umur diatas 66 tahun, banyak anggota masyarakat masih menyatakan rasa tidak puas dengan kondisi negaranya sendiri. Kadang-kadang kita sadar kenapa kita justru selalu mengeluhkan kondisi negaranya sendiri yang tidak pernah kunjung memuaskan. Apalagi kalau kita melihat negara-negara tetangga di ASEAN. Apanya yang salah, siapa yang perlu disalahkan apa rakyatnya atau pemimpinya? Apa kedua-duanya perlu dipersalahkan? Pertanyaan-pertanya an itu cukup menggelitik. Mungkin kedua-duanya ada kesalahan, secara system. Tetapi menyalahkan rakyat bisa kurang mengenai sasaran karena alamatnya tidak jelas, rakyat yang mana, sehingga paling mudah bagaimana kita mencoba melihat dan mencoba menilai para pemimpin kita sebagai perwakilan rakyatnya untuk melihat posisi negara kita saat ini.<br />
Tulisan ini sekedar masukan bagi para pemimpin kita, karena tulisan ini akan berdasar pengalaman hasil mereka para pemimpin bangsa.Dan alangkah bijaksananya kalau para pemimpin dan calon para pemimpin bisa memandang tulisan ini sebagai masukan bukan sebagai kritikan pedas, anggaplah ini sebagai bahan renungan.Renungan ini akan menuju sebuah pertanyaan. Apakah pemimpin-pemimpin negara kita sudah baik dan benar dalam mempimpin?<br />
Menilai baik dan kurang baik menjadi sulit, kalau kita tidak mempunyai parameter atau ukuran yang jelas. Menentukan ukuran dan parameter mungkin juga menjadi susah, karena perlu criteria yang variabelnya banyak sehingga bisa menjadi tolok ukur atau sebagai parameter. Mungkin untuk menyederhanakan kita perlu parameter yang sesedikit mungkin, sehingga kita bisa berpikir lebih linier, dan memakai bahasa yang sederhana, mungkin tidak perlu memerlukan referensi literatur yang menumpuk di perpustakaan, tetapi cukup dengan kejujuran hati untuk menilai diri sendiri. Seorang pemimpin negara mungkin bisa disebut sebagai negarawan. Pertanyaan berikutnya apakah negarawan kita sebagai pemimpin bangsa kita sudah baik dan sukses memimpin negara kita, sesukses kepopuleran mereka? Nah marilah kita merenung sejenak tentang kepemimpinan negara kita. Dari perenungan yang cukup panjang saya mencoba merumuskan parameter sesederhana mungkin untuk bisa melihat dengan gampang. Inilah parameter yang saya ajukan :</p>
<p>1. Visi tentang Saat Suksesi Kepemimpinannya<br />
Parameter Pemimpin Bangsa Yang Baik.Parameter pertama , bagaimana menjaga proses suksesinya. Nah marilah kita merenung sejenak tentang kepemimpinan negara kita. Pengertian sederhana seorang negarawan adalah secara jelas harus mempunyai visi kenegaraan yang mengarah untuk membangun negara menjadi tegak berdiri kokoh, Mampu memimpin dengan hati yang tulus untuk negara dan rakyat sesuai dengan sumpahnya. Pembangunan negara tentu saja tidak seperti membalik telapak tangan dan memerlukan waktu yang cukup. Pemimpin negara yang mempunyai visi jauh kedepan sangat sadar bahwa kepemimpinanya harus bisa diteruskan pemimpin generasi berikutnya. Sehingga seorang negarawan musti minimal mampu berkontribusi meletakkan dasar-dasar pembangunan negara yang dicita-citakan dengan membangun pondasi dasar untuk berdirinya suatu bangunan negara yang dicita-citakan bersama.Kira kira parameter seorang negarawan itu apa? Jawaban yang paling mudah ditangkap parameter pertama untuk negarawan yang sukses adalah “sewaktu suksesi” jalannya mulus dan tidak ada gejolak yang membuat terjadi “point of return” terhadap pembangunan atau terjadi degradasi pembangunan itu sendiri. Bisa dianalogikan secara sederhana kalau seorang anak menyusun balok bertingkat membentuk bangunan balok bertingkat, begitu bangunan selesai dan tangan yang meletakkan tumpukan terakhir dilepaskan bangunan tumpukan balok tetap berdiri dan tidak roboh. Ini adalah parameter pertama.</p>
<p>2. Visi penekanan prioritas program pendidikan.<br />
Parameter kedua pemimpin negara bisa dianalogikan dengan sebagai kepala keluarga suatu bangsa jadi untuk menyederhanakan parameter apa yang baik sebagai kepala keluarga bangsa, dapat kita kiaskan apa yang baik buat seorang pemimpin suatu rumah tangga. Apa yang dipikirkan oleh seorang kepala rumah tangga? Yang pertama, dengan segala daya dan kemampuan dan bakatnya, kepala rumah tangga harus menegakkan ekonomi keluarga dan memberikan prioritas dengan cara apapun harus memikirkan: bagaimana pendidikannya anak-anaknya bisa dilakukan sebagai bentuk investasi pertama supaya anaknya dapat menyiapkan masa depannya secara mandiri dan kalau bisa lebih baik dari orang tuanya. Jadi seorang negarawan harus mempunyai prioritas meletakkan dasar perekonomian negara dan memprioritaskan anggaran pendidikan untuk mempersiapkan “human capital” pada saat awal pembangunan. Dengan kata lain pembangnan harus dimulai dengan membangun SDMnya dengan anggaran pendidikan sebagai prioritas. Ini penting karena ini merupakan fondasi pembangunan atau fondasi rumah Negara yang akan ditegakkan atau yang akan dibangun.Dua parameter diatas adalah merupakan pondasi dasar pembangunan yang harus dibangun terlebih dahulu.</p>
<p>3. Visi Tentang Vasilitas Publik Secara sistematik.<br />
Dari kedua parameter pondasi dasar, bisa dilanjutkan dengan parameter-parameter berikutnya sebagai pilihan strategi pembangunan yang harus diletakkan pada dua koridor pondasi dasar pembangunan. Sebagai seorang negarawan harus mampu mempunyai strategi pembangunan yang bisa memberikan fasilitas-fasilitas publik dengan sistematis.<br />
Kemampuan menegakkan strategi ini harus ditunjang urutan prioritas yang logis. Strategi pembangunan harus dibuat untuk mendahulukan mana yang lebih penting. Ini menyangkut kemampuan mengeliminir pengaruh-pengaruh dari luar yang berupa : Kancah perpolitik Internasional, gejolak ekonomi international, regional dan domestik. Tentu ini merupakan sesuatu pekerjaan yang sangat kompleks, ruwet. Karena kompleks dan ruwet itulah kenegarawanan seorang pemimpin negara diuji dan ditantang.<br />
Dari tingginya tingkat keruwetan memimpin suatu negara karena adanya pengaruh badai perpolitikan internasional yang kuat, seorang pemimpin negara harus tetap memegang amanah bahwa “pemimpin” itu terpilih dan dipilih untuk mewakili rakyatnya untuk maju secara bersama, sehingga parameter berikutnya adalah pemimpin yang baik harus mengarah dan memulai pembangunan yang mendahulukan fasilitas dan kebutuhan-kebutuhan publik yang merupakan kebutuhan rakyat yang mendasar, yang merupakan pembangunan phisik suatu bangsa. Penentuan strategi pembangunan mendahulukan fasilitas public dapat dipakai sebagai parameter ketiga.<br />
Fasilitas publik memang sangat luas dan akan berkembang terus menerus. karena itu bentuk pembangunan phisik suatu bangsa dan negara harus diletakkan dalam fondasi bangsa yang kokoh dan kuat yang berupa “kwalitas SDM yang memadai”. Urutan Fasilitas publik yang mendasar harus diprioritaskan adalah kebutuhan Dasar masyarakat yaitu ; (1) Fasilitas yang menyangkut kebutuhan Air harus tercukupi . Ada Stadar Amerika yang bisa dipakai cukup memadai yaiti 200 galon perkapita-perhari. Kemudian (2) Fasilitas pembangkit listrik yang cukup dan (3) Fasilitas transportsasi. Inilah penting Prioritas Pendidikan, membentuk karakter bangsa yang bisa siap untuk memenuhi kebutuhan fasilitas Publik. Visi ini harus ada dalam rencana seorang peminpin Bangsa yang mengbbdi pada rakyatnya. Tiga (3) Visi tentang Kebutuhan publik ini sangat mendasar ini bertolak , bahwa manusia (baca rakyat) secara alamiah sangat membutuhkan air dalam segala aspek kehidupan, manusia dapat tidak berdaya dan meninggal kalau tidak minum air, tetapi bisa tahan tidak makan selama 30 hari. Manusia untuk beraktifitas butuh tenaga, lambang dari kebutuhan tenaga adalah tenaga listri, suningga kebutulan adanya pembangkit tenaga listrik harus diprioritaskan sesuai dengan jumlah penduduknya. Manusia butuh bergerak dan berpindah maka dibutuhkan prasarana transportasi. Model trasportasi tentu saja transportasi massal yang bisa lebih murah.Disinilah prioritas Pendidikan dalam mendukung persipan pembangunan fasilitas publik.</p>
<p>4. Tiga parameter membentuk hirarki pondasi pembangunan<br />
Pendidikan adalah salah satu usaha membangun “human capital”, meletakkan dasar kearah pembetukan karakter dari anak-anak bangsa yang bisa mengarah pada “corporate culture” bangsa yang bergerak kearah watak bangsa yang disiplin, patuh pada aturan, bersemangat untuk maju dan membangun negara secara bersama.<br />
Pembanguan pendidikan adalah salah satu usaha yang kearah pembentukan fondasi pembentukan karakter bangsa yang lebih berkwalitas, karakter bangsa yang makin tertib dan teratur dan berketaatan pada hukum atau aturan yang sudah ditetapkan, sehingga “corporate culture” suatu bangsa terbentuk mengarah pembentukan negara yang yang tertib, kuat dan memperkuat kedudukan marwah negara yang besar, kuat dan berpengaruh.<br />
Banyak negara maju, seperti Jepang, dan negara-negara Skandinavia tidak mempunyai sumber daya alam yang cukup, tetapi mempunyai sumber daya manusia yang unggul atau dengan kata lain mempunyai “human capital” yang baik. Human capital yang baik ditandai dengan produktivitas masyarakatnya tinggi dan membuat negaranya menjadi negara yang kaya dan kuat secara ekonomis.<br />
Kwalitas SDM yang baik untuk Indonesia dan bangsa-bangsa yang lain berawal dari pendidikan yang membentuk etos kerja suatu anak bangsa menjadi lebih baik, lebih produktif dan lebih sadar akan pentingnya kedisiplinan, ketertiban dan tingginya kesadaran pada pentingnya akan ketaatan hukum, sehingga sistem suatu negara berjalan secara mulus dan “corporate culture” suatu bangsa terbentuk pada tingkat kwalitas yang terus membaik, baik kepada pemimpinnya dan juga pada masyarakat yang dipimpinnya.<br />
Keberhasilan sang pemimpin melakukan suksesi menjamin program pendidikan berjalan berkelanjutan. Program Pendidikan diprioritaskan berarti memperkuat “human capital” sebagai modal pembanguan. Ketiga parameter akan membentuk suatu hirarki pondasi pembangunan.</p>
<p>Parameter-parameter diatas mungkin akan memberikan kilas balik kepada negara kita yang sudah memasuki umur yang sudah cukup tua yaitu lebih dari 66 tahun untuk mawas diri. Kita perlu rendah hati untuk mau menilai diri kita, pemimpin-pemimpin kita. Apakah kita akan bisa menilai dengan benar dengan pemimpin-pemimpin kita. Kemerdekaan Indonesia merupakan perwujutan perjuangan para pemimpin dan rakyat Indonesia. Kalau ingin kita lebih baik dan lebih maju, kita harus berani menilai diri kita secara jujur. Kita harus berani mengakui ketertinggalan kita. Tidak ada salahnya kita meniru bangsa lain yang bisa berjuang lebih maju dan lebih baik dari kita. Kita harus mulai sekarang. Memulai dari berpikir secara positip.<br />
Salam<br />
Ridwan Fakih &#8211; Kuwait</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rfakih.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rfakih.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rfakih.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rfakih.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rfakih.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rfakih.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rfakih.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rfakih.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rfakih.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rfakih.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rfakih.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rfakih.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rfakih.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rfakih.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rfakih.wordpress.com&amp;blog=1749344&amp;post=23&amp;subd=rfakih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rfakih.wordpress.com/2012/01/22/inilah-parameter-pemimpin-indonesia-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2b83242ec03ee3ccbfcac0a85e76943?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rfakih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>REKAYASA BANGSA &#8211; COACH PARENTING</title>
		<link>http://rfakih.wordpress.com/2012/01/18/rekayasa-bangsa-coach-parenting/</link>
		<comments>http://rfakih.wordpress.com/2012/01/18/rekayasa-bangsa-coach-parenting/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 07:35:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rfakih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Rekayasa Bangsa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rfakih.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia, kalau ditengok dari sejarah, kita tahu ini bangsa ini kemerdekaan dengan merebut, sehingga para pemimpinnya menjadi lupa bahwa mereka menjadi Team Leader bangsa Indonesia yang tidak punya atasan. Sehingga menjadi raja-raja kecil, yang sak-maunya- sendiri, karena tidak ada supervisor diatasnya lagi. Tidak ada Pengawas yang bertindak sebagai “Coach Parenting”, sehingga mereka tak terkontrol. Lihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rfakih.wordpress.com&amp;blog=1749344&amp;post=18&amp;subd=rfakih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Indonesia, kalau ditengok dari sejarah, kita tahu ini bangsa ini kemerdekaan dengan merebut, sehingga para pemimpinnya menjadi lupa bahwa mereka menjadi Team Leader bangsa Indonesia yang tidak punya atasan. Sehingga menjadi raja-raja kecil, yang sak-maunya- sendiri, karena tidak ada supervisor diatasnya lagi. Tidak ada Pengawas yang bertindak sebagai “Coach Parenting”, sehingga mereka tak terkontrol.<br />
Lihat Persiden pertama setelah posisi kuat terangkat dirinya seumur hidup, tak sungkan beristri banyak jelas butuh kekayaan yang banyak semua Presiden kedua berusaha mirip sama, berusaha jadi presiden seumur hidup dan berpikir supaya keluarganya kaya semua. Padahah kalau keluarganya disuruh sekolah semua jadi Doktor, mereka kayapun tak akan ada yang menggugat</p>
<p>Padahal Presiden pertama dan kedua diiharapkan harus membangun fondasi Rumah Bangsa ini  yang kuat terlebih dahulu. (Karena kedua presiden ini masa jabatannya lama semua).</p>
<p>Apa pondasi rumah bangsa , yaitu system administrasi negara dan tata hukum dan system masayarakat yang “solid”.  Kalau system administrasi &amp; hukum sudah solid, disitu “semua yang berbau koruptif’ tak akan ada kesempatan berkembang. Sehingga presiden-presiden berikutnya tinggal bikin rumah bangsa yang bagus, presiden berikutnya lagi, tinggal mengisi rumah bangsa dengan Isi rumah yang lebih bagus.<br />
Tetapi kenyataan angan-angan saya tentang Rumah Bangsa itu tak terwujud, itulah kenapa  saya menilai Negara kita ini bernasib kurang beruntung?<br />
Kenapa saya menyebut “bernasib kurang beruntungl”, marilah kita berandai-andai , mungkin ini disebabkan:<br />
1.	Kalau Jepang tidak Kalah Perang (Tidak dibom Atom sama Sekutu), Negara kita RI merdeka dengan “Coach Parenting” dari Jepang. Mungkin para pemimpin kita semua berpendidikan Jepang. Semua tahu bangsa Jepang bangsa yang disiplin. Secara logika, melalui coach perenting dari Jepang, bangsa Indonesia akan dipimpin tetap oleh Bung Karno dengan model admistrasi gaya Jepang yang dikenal disiplin. Pasti budaya korupsi tak akan tumbuh di Indonesia. Mungkin kita juga diajarai budaya “sumimaseng’ sambil menunduk mohon maaf kalau berbuat salah, dan ada budaya malu ala Jepang. Pemimpin akan malu berbudaya korupsi. Nggak ada itu pegawai pajak model “Gayus”  apalagi ada istilah “mafiapajak”, akan nggak ada Team Anti Korupsi Team Harimau ( saat Bung Karno sebagai presidena pertama , atau Team KPK seperti jaman SBY. Karena Gaya Manajeman Perusahan kita akan menganut Manajemen Gaya Jepang.</p>
<p>2.	Kemungkinan kedua, kalau Belanda itu lebih bijak sewaktu numpang sekutu masuk Indonesia lagi. Mungkin kita dan Arek-arek Surabaya tak akan berteriak” Kumpeni Go to hell”, dan Indonesia Merdeka dengan tetap mesra dengan Belanda. Kemungkinan para pemimpin kita dapat bea siswa ke Belanda dan kita juga dapat “Coach Parenting” dari Negara Belanda/Eropa dalam menata Negara diawal-awal kepemimpinan Presiden Pertama kita. Semua orang tau. Bahwa nenek-kita yang dapat pendidikan Belanda, sangat kental rasa disiplinnya. Sehingga para pemimpin Negara ini sebagai Team Leader suatu Rumah Bangsa yang baru  akan ada Rasa “sungkan” dengan Supervisor bayangan dari bentuk”Coach Parenting” dari Negara bekas penjajahnya memalui para pemimpin hasil pendidikan Eropa/Belanda. Praktis Budaya korupsi nggak akan pernah ada.<br />
Taoi bagaimanapun kita lupakan itu semua, mari kita sekarang sudah ada NKRI, lupakan semua semuanya kita tiru CINA. Negara Besar dengan dengan terbentuknya disiplin baru yang kuat menjadi kekuatan Ekonomi besar.Itu semua karena CINA bisa berantas korupsi.  Kebetulan saya barusan kunjungi Cina, Kata orang Indonesia yang sudah menetap disana, Cina tahun 1960-an, tidak beda dengan Indonesia, tetapi dimulai dengan revolusi budaya, pemimpin Cina Deng Xiau Ping mampu berantas korupsi, dan sekarang Cina maju LUAR BIASA  bisa kalahkan Barat. </p>
<p>Salam<br />
Ridwan Fakih</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rfakih.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rfakih.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rfakih.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rfakih.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rfakih.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rfakih.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rfakih.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rfakih.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rfakih.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rfakih.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rfakih.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rfakih.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rfakih.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rfakih.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rfakih.wordpress.com&amp;blog=1749344&amp;post=18&amp;subd=rfakih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rfakih.wordpress.com/2012/01/18/rekayasa-bangsa-coach-parenting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2b83242ec03ee3ccbfcac0a85e76943?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rfakih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aktifitas IATMI Kuwait</title>
		<link>http://rfakih.wordpress.com/2011/12/06/aktifitas-iatmi-kuwait/</link>
		<comments>http://rfakih.wordpress.com/2011/12/06/aktifitas-iatmi-kuwait/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 11:24:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rfakih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rfakih.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Monday, May 5, 2008 Presentasi Perdana IATMI Aktifitas Eksplorasi dan Produksi Minyak dan Gas Bumi dari Hulu sampai ke Hilir 18th April,2008 Oleh: Alina Rosaria Sari Sebagai bagian dari program silaturahim IATMI Country Chapter Kuwait (IATMI-Kuwait) dengan komunitas masyarakat Indonesia di Kuwait dan menanggapi minat untuk mengenal dunia migas yang di temui secara sporadis dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rfakih.wordpress.com&amp;blog=1749344&amp;post=9&amp;subd=rfakih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="date-header" style="background:white;margin:auto 0 20pt;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;">Monday, May 5, 2008</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0 0 13pt;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;">Presentasi Perdana IATMI<br />
<strong><span style="font-family:&quot;">Aktifitas Eksplorasi dan Produksi Minyak dan Gas Bumi dari Hulu sampai ke Hilir </span></strong><strong><br />
</strong>18th April,2008<br />
Oleh: Alina Rosaria Sari </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0 0 13pt;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;">Sebagai bagian dari program silaturahim IATMI Country Chapter Kuwait (IATMI-Kuwait) dengan komunitas masyarakat Indonesia di Kuwait dan menanggapi minat untuk mengenal dunia migas yang di temui secara sporadis dalam beberapa kesempatan, IATMI Kuwait menyelenggarakan presentasi mengenai Aktifitas dalam Dunia Migas – dari Hulu hingga ke Hilir pada tanggal 18 April 2008 bertempat di Aula Gedung A KBRI Kuwait. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0 0 13pt;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;">Sebagai kiprah perdana setelah acara inaugurasi, acara presentasi yang di ketuai Ari Yunianto ini terbilang cukup sukses baik dari segi antusiasme peserta, maupun kelancaran acara. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="ES-MX">Persiapan acara di mulai dari tanggal 3 April dengan penyusunan panitia. Rapat-rapat persiapan acara selanjutnya yang berlangsung secara safari dari rumah Ridwan Fakih, Rudy Handoyo dan Ari Yunianto, berlangsung sebagai penyambung silaturahim dengan segenap keluarga. Ini di perkaya dengan sajian menu-menu spesial seperti bakso, rawon, gudeg, mie jawa, oseng-oseng pedas dan lainnya yang cukup menambah semangat para presenter untuk meng-eksplorasi bahan dan tampilan untuk presentasi. Dua kali Dry run yang dikomandani Johan Arwansyah dari Divisi Pengembangan Profesi berlangsung seru dengan feedback kritis dari segenap yang hadir, dari ‘joke-joke’ yang harus di lempar hingga teknik men-engage audience. Konsentrasi yang sempat buyar karena menu favorit sudah tersedia di meja dan ‘extended’ kids play ground dari ruangan sebelah tidak cukup untuk menggugurkan semangat para presenter untuk melatih ‘best performance’ mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;">Presentasi di langsungkan Hari Jumat, 18 April 2008, dimulai agak sedikit terlambat (30 menit) pada pukul 2.30 siang. Acara yang juga di hadiri oleh Rini Soegiyono, President IATMI Middle East ini di buka oleh Johan Arwansyah dengan perkenalan IATMI dan pembahasan singkat kenapa industri migas begitu terintegrasi pada kehidupan kita sehari-hari hingga saat ini. Kemudian di lanjutkan dengan sambutan resmi Kedutaan Besar RI yang di wakili oleh Bapak Dharmawan selaku Pelaksana Fungsi Ekonomi. Garis besar yang di petik dari sambutan beliau, cukup membakar semangat kebangsaan hadirin sekalian khususnya anggota IATMI-Kuwait. Beliau menegaskan bahwa Kedutaan Besar RI mendukung penuh setiap kegiatan semua elemen masyarakat Indonesia di Kuwait yang berpotensi besar untuk meningkatkan citra dan reputasi bangsa sesuai dengan fokus utama Kedutaan pada periode ini.. Beliau menaruh harapan besar pada IATMI-Kuwait untuk berkontribusi aktif dalam usaha berkesinambungan membawa nama Indonesia pada tataran yang lebih tinggi dan membawa wajah profesionalisme yang kredibel pada image komunitas Indonesia secara keseluruhan. Harapan yang memicu semangat sekaligus tantangan yang harus kita jawab. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;">Presentasi inti dimulai dengan Rudy Handoyo yang membahas mengenai “Produksi dan Konsumsi ” , di lanjutkan dengan Arief Joenaidi untuk “Eksplorasi”, Nur Solechudin K untuk “Eksploitasi”, Dudi Mulyadi untuk “Surface Facilites”, dan Ridwan Fakih untuk “Aktifitas Downstream”. Materi Presentasi dapat dilihat di link <em><span style="font-family:&quot;"><a href="http://www.4shared.com/account/dir/6547850/3433b58e/sharing.html?rnd=85"><span style="color:#1777b1;">presentation</span></a>.</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;">Secara keseluruhan presentasi berlangsung cukup menarik dengan di selingi pertanyaaan-pertanyaan ke audience yang membuat animo terjaga dan di perkuat dengan animasi pada beberapa materi. Sebagai ‘ice breaker’ dan penambah semangat, kuis-kuis yang di lontarkan oleh pasangan pembawa acara Chairul Dani dan Alina Rosaria Sari sanggup menjaga energi peserta untuk mengikuti presentasi hingga usai. </span></p>
<p style="background:white;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;line-height:180%;font-family:&quot;">Dan presentasi yang di bawakan secara sangat ‘casual’ oleh Ridwan Fakih membawa beliau sebagai “Best Presenter” bersaing ketat dengan Rudy Handoyo yang kalah satu suara. </span><span style="font-size:13pt;color:#666666;line-height:180%;font-family:&quot;"> Keep it Up! </span></p>
<p style="background:white;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;line-height:180%;font-family:&quot;">Tentu “there’s always lots of room for improvement”, seperti statement standar di tiap performance evaluation di kantor. Masukan penting dari hadirin (terutama Ibu-ibu) adalah masalah </span><span style="font-size:13pt;color:#666666;line-height:180%;font-family:&quot;">waktu. </span></p>
<p style="background:white;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;line-height:180%;font-family:&quot;">Acara yang di jadwalkan selesai jam 4 sore, ternyata harus molor sampai dengan jam 5.30 sore. Acara Tanya Jawab juga terkesan agak ‘loose’, sehingga banyak respon yang terduplikasi sehingga kurang efisien. Ketidakhadiran seorang moderator berperan penting dalam hal ini. Pertanyaan hadirin secara umum terkonsentrasi pada masalah pengelolaan industri minyak dan gas di Indonesia, efektifitas Pertamina, masalah Lapindo, hal-hal yang berkaitan dengan produksi minyak, energi alternative migas, masalah kesempatan kerja sampai harapan hadirin agar IATMI Kuwait bisa lebih berperan aktif untuk menyebarkan informasi mengenai lowongan kerja di perusahaan minyak dan gas bumi. </span></p>
<p style="background:white;margin-bottom:13pt;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;line-height:180%;font-family:&quot;">Sedangkan mengenai persiapan acara, Publikasi adalah satu hal utama yang harus di benahi. Hal ini di sarikan dari isian kuesioner dari hadirin. Tapi sebagai acara perdana, respon komunitas di luar IATMI sudah cukup lumayan. Dan secara umum, presentasi atau diskusi selanjutnya dengan topik yang lebih fokus sangat di tunggu. </span></p>
<p style="background:white;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;line-height:180%;font-family:&quot;">Selamat kepada segenap Panitia dan seksi repot, tidak ketinggalan pada penyedia jajanan pasar yang ‘Mak Nyusss’ yang menenangkan hingga acara usai.</span><span style="font-size:13pt;color:#666666;line-height:180%;font-family:&quot;">Sampai Jumpa di Acara IATMI-Kuwait berikutnya !!! </span></p>
<p style="background:white;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;line-height:180%;font-family:&quot;" lang="ES-MX">Notes: </span></p>
<p style="background:white;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;line-height:180%;font-family:&quot;" lang="ES-MX">Agenda Acara IATMI mendatang :<br />
1. Technical Presentation untuk semua anggota IATMI Kuwait : Minggu kedua Mei 2008. Event Organizer : Dudi Mulyadi. (Tanggal pasti akan di publikasikan melalui IATMI website)<br />
2. Non-Technical Evening Talk dengan pembicara mas Wahyu Budiarto : 30 Mei 2008. Event Organizer : Ridwan Fakih. </span></p>
<p class="date-header" style="background:white;margin:auto 0 20pt;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="ES-MX">Sunday, May 25, 2008</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="ES-MX">Presentasi Teknikal Perdana IATMI Chapter Kuwait </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="ES-MX">Aplikasi dan Operasi Electrical Submersible Pump (ESP)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="ES-MX">Kuwait, 17 Mei 2008 </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="ES-MX">Oleh: Ari Yunianto</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="ES-MX"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="ES-MX">Sesuai dengan jadwal agenda kegiatan IATMI Kuwait untuk bulan Mei 2008, presentasi teknikal yang pertama telah terselenggara pada hari Sabtu, 17 Mei 2008 mulai jam 10.30-15.00 di House 99 Saudi Arabian Chevron Camp di Kuwait. Presentasi ini merupakan bagian program kerja Divisi Pengembangan Profesi yang ditujukan kepada seluruh anggota IATMI Kuwait dengan maksud untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan diantara sesama anggota IATMI Kuwait yang selaras dengan visi dan misi serta nilai-nilai organisasi untuk selalu meningkatkan kemampuan dan profesionalitas segenap anggota IATMI Kuwait. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="ES-MX"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="ES-MX">Acara yang dikoordinir oleh ketua Divisi Pengembangan Profesi, Bapak Dudi Mulyadi ini dibuka oleh Chairman IATMI Kuwait Ari Yunianto dengan kata sambutan sekaligus untuk memberikan update mengenai kegiatan yang telah dilakukan dan akan dilakukan pada bulan Mei 2008. Pada kesempatan ini dipaparkan juga mengenai Organization Chart IATMI Kuwait yang baru berkaitan dengan pindahnya beberapa pengurus dan terutama berkaitan dengan dibukanya Divisi baru Divisi IT dan Komunikasi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;" lang="ES-MX">Sebagai agenda utama pada acara kali ini, Bapak Richard Suryadi mempresentasikan Aplikasi dan Operasi ESP. Presentasi dimulai dengan pengenalan mengenai Artificial Lift dilanjutkan dengan pemaparan mengenai ESP itu sendiri baik mengenai ESP down hole dan surface equipment, perhitungan design, instalasi, start up, monitoring bahkan sampai trouble shooting disertai dengan contoh-contoh mengenai root cause dan tear down analysis. Secara keseluruhan materi dan cara penyampaian presentasi dirasa sangat bagus oleh seluruh hadirin. Presentasi is on the &#8220;right level&#8221;, tidak terlalu technical dan sangat komunikatif didukung dengan kemampuan dan penguasaan pak Richard untuk menjawab pertanyaan yang sangat bagus. Sebagai salah bukti diakhir presentasi beberapa anggota IATMI Kuwait sudah antri untuk menjadwalkan mentoring session dengan pak Richard. </span><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;">Two Thumbs Up untuk pak Richard. Presentasi pak Richard dapat dilihat dengan <a href="http://www.4shared.com/account/file/48844333/c08ccd32/ESP_OPERATION_PRESENTATION_17-5-2008.html"><span style="color:#1777b1;">link</span></a> ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;">Setelah presentasi, acara dilanjutkan dengan break untuk makan siang, sholat Dzuhur dan terutama untuk ramah tamah. Walaupun sebagai organisasi profesi, salah satu misi utama IATMI Kuwait adalah untuk memupuk silaturahim dan kekompakan diantara bersama anggota dan keluarga. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;">Setelah makan siang yang ‘mak nyus’ dengan features utama TongSeng Mangaf mbak Endang, Mie Aceh Noora mbak Bebi, Daging Kalio Haiza mbak Ningsih, Lodeh dan Kering Tempe Saikhanya mbak Ratih, Sup Kental Ayam Jamur ala mbak Aela, Sup Buntut dhik Afni dan rujak asinan SS (samping srimpi) mbak Menti, sedianya acara akan dilanjutkan dengan presentasi kedua oleh pak Dudi mengenai Piping Design. Tapi sesuai masukan hadirin presentasi kedua disepakati untuk ditunda ke pertemuan berikutnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;">Acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat untuk the best presenter pada acara presentasi perdana IATMI Kuwait “Aktifitas Eksplorasi dan Produksi Minyak dan Gas Bumi dari Hulu sampai ke Hilir” yang telah sukses diselenggarakan pada tanggal 18 April yang baru lalu. Sertifikat diserahkan oleh pak Cuk Suryanto kepada pak Ridwan Fakih. Sebelum penyerahan pak Ridwan juga berbagi tips untuk presentasi yang sukses. Selamat buat pak Ridwan. Acara resmi diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh pak Candra Nugraha untuk almarhum ayahanda mas Dani dan almarhumah ibunda mbak Rini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;">…And there&#8217;s always room for improvement, dari sesi plus and delta berikut beberapa hal yang perlu ditingkatkan seperti persentase kehadiran anggota IATMI Kuwait untuk acara semacam ini yang masih belum sesuai harapan, masih banyak yang datang tidak tepat waktu, usulan untuk memadukan satu presentasi teknikal dengan non teknikal dan memberikan kesempatan untuk ibu2 untuk presentasi. Hal-hal penting dan mendasar yang perlu ditindaklanjuti oleh segenap pengurus dan anggota IATMI Kuwait. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;">Ada yang terasa kurang dan hambar kalau acara IATMI Kuwait tanpa karaoke, acara presentasi teknikal kali ini ditutup dengan menyanyikan beberapa lagu oleh biduan IATMI Kuwait seperti pak Ridwan Fakih dan lagu spesial dari pak Chairul Dani dan pak Imam untuk pak Dedi Irawan yang akan segera pindah tugas ke tempat yang baru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0 0 13pt;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:13pt;color:#666666;font-family:&quot;">never say goodbye<br />
holdin’ on we’ve got to try<br />
holdin’ on to never say goodbye…<br />
Sampai jumpa diacara IATMI Chapter Kuwait berikutnya yang tentatively akan diadakan pada tanggal 30 Mei jam 18.30 di rumah pak Ridwan Fakih. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rfakih.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rfakih.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rfakih.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rfakih.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rfakih.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rfakih.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rfakih.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rfakih.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rfakih.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rfakih.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rfakih.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rfakih.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rfakih.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rfakih.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rfakih.wordpress.com&amp;blog=1749344&amp;post=9&amp;subd=rfakih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rfakih.wordpress.com/2011/12/06/aktifitas-iatmi-kuwait/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2b83242ec03ee3ccbfcac0a85e76943?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rfakih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyikapi Issu Papua Di Desember 2011</title>
		<link>http://rfakih.wordpress.com/2011/12/06/menyikapi-issu-papua-di-desember-2011/</link>
		<comments>http://rfakih.wordpress.com/2011/12/06/menyikapi-issu-papua-di-desember-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 11:21:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rfakih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rfakih.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Dear Professional, mencoba memberi komentar Tulisan Nasuki yang rasanya kok mendukung Desintegrasi Yang Pengin Merdeka Saya kira tidk hanya Papua saja, dulu Aceh , Riau,Sumbar, Yogya……..dst?……Kalau semua pengin rumah sendiri-sendiri diwajarkan seperti pendapat Mas Nasuki dibawah ini…….yah bubarlah NKRI. Dikira : Aceh, Riau, Sumbar, DIY nggak ingin punya rumah sendiri…semua pengin sendiri………karena memang kenyataan ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rfakih.wordpress.com&amp;blog=1749344&amp;post=16&amp;subd=rfakih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Professional, mencoba memberi komentar Tulisan Nasuki yang rasanya kok mendukung Desintegrasi</p>
<p>Yang Pengin Merdeka Saya kira tidk hanya Papua saja, dulu Aceh , Riau,Sumbar, Yogya……..dst?……Kalau semua pengin rumah sendiri-sendiri diwajarkan seperti pendapat Mas Nasuki dibawah ini…….yah bubarlah NKRI.<br />
Dikira : Aceh, Riau, Sumbar, DIY nggak ingin punya rumah sendiri…semua pengin sendiri………karena memang kenyataan ada ketimpangan<br />
Saya hidup di Riau 25 tahun juga kalah maju dengan Jawa Walaupun sebagai Kota minyak….ketimpangan ini sebenarnya karena manajemen Pemimpin kita sejak Proklamasi sampai saat ini yang masih banyak kekurangan menurut saya bukan hanya orde Baru, Orde lama pun juga berantakan…bahkan di Jawa pun saat ini makan Nasi pun tidak bisa…diganti Jagung bahkan……Bulgur (saya mengalami lho…jadi nggak bisa dibantah)…….Anak muda tahunya orde Baru yang salah…semua tidak memuaskan RAKYAT saat itu (Baik Orde lama atau Orde baru)……..Bagi saya bukan suatu kesalahan…yah memang semua SUATU PROSES BERBANGSA yang harus dialami bangsa yang merdeka tanpa “Coach Parenting”….mungkin ini sudah nasib….kurang bagus memang…coba amati analisa saya sbb:</p>
<p>Di Indonesia, kalau ditengok dari sejarah, kita tahu ini bangsa ini kemerdekaan dengan merebut, sehingga para pemimpinnya menjadi lupa bahwa Mereka menjadi Team Leader bangsa Indonesia yang tidak punya atasan. Sehingga menjadi raja-raja kecil, yang sak-maunya- sendiri’=, karena tidak ada supervisor diatasnya lagi. Tidak ada Pengawas yang bertindak sebagai “Coach Parenting”, sehingga mereka tak terkontrol.<br />
Lihat Persiden pertama setelah posisi kuat mengangkat dirinya seumur hidup, tak sungkan beristri banyak jelas butuh kekayaan yang banyak. Demikian Presiden kedua berusaha mirip sama, berusaha jadi presiden seumur hidup dan berpikir supaya keluarganya kaya semua. Padahal kalau keluaganya disuruh sekolah semua jadi Doktor, mereka kayapun tak akan ada yang menggugat<br />
Padahal Presiden pertama dan kedua diiharapkan harus membangun FONDASI Rumah bangsa ini dulu , sebuah fondasi yang kuat (Karena kedua presiden ini masa jabatannya lama semua).</p>
<p>Apa PONDASI rumah bangsa yang kuat, Yaitu system administrasi negara dan tata hukum dan system masayarakat yang “solid”.<br />
Kalau system administrasi &amp; hukum sudah solid, disitu “semua yang berbau koruptif’ tak akan ada kesempatan berkembang. Sehingga presiden-presiden berikutnya tinggal bikin rumah bangsa yang bagus, presiden berikutnya lagi, tinggal mengisi rumah bangsa dengan Isi rumah yang lebih bagus.<br />
Tetapi kenyataan angan-angan saya tentang Rumah Bangsa itu tak terwujud, itulah kenapa  saya menilai Negara kita ini bernasib kurang beruntung?<br />
Kenapa saya menyebut “bernasib kurang beruntungl”Marilah kita berandai-andai , mungkin ini disebabkan:<br />
1.	Kalau Jepang tidak Kalah Perang (Tidak dibom Atom sama Sekutu), Negara kita RI merdeka dengan “Coach Parenting” dari Jepang. Mungkin para pemimpin kita semua berpendidikan Jepang. Semua tahu Bangsa Jepang bangsa yang disiplin. Secara logika<br />
Bangsa Indonesia akan dipimpin tetap oleh Bung Karno dengan model admistrasi gaya Jepang yang dikenal Disiplin. Pasti Budaya Korupsi tak akan tumbuh di Indonesia. Mungkin kita juga diajarai budaya “sumimaseng’ sambil menunduk mohon maaf kalau berbuat salah, dan ada budaya malu ala Jepang. Pemimpin akan malu berbudaya korupsi. Nggak ada itu pegawai pajak model “Gayus”  apalagi ada istilah “mafiapajak”, akan nggak ada Team Anti Korupsi Gaya Presidena pertama, nggak perlu KPK. Karen Gaya Manajeman Perusahan kita akan menganut Manajemen Gaya Jepang.<br />
2.	Kemungkinan ke-2, kalau Belanda itu lebih bijak sewaktu numpang sekutu masuk Indonesia lagi. Mungkin Kita dan Arek-arek Surabaya tak akan berteriak” Kumpeni Go to hell”, dan Indonesia Merdeka dengan tetap mesra dengan Belanda. Kemungkinan para pemimpin kita dapat bea siswa ke Belanda dan kita juga dapat “Coach Parenting” dari Negara belanda dalam menata Negara diawal-awal kepemimpinan Presiden Pertama kita. Semua orang tau. Bahwa nenek-kita yang dapat pendidikan Belanda, sangat kental rasa disiplinnya. Rasanya para pemimpin Negara ini sebagai Team Leader suarau Rumah Bangsa yang baru  akan ada Rasa “sungkan” dengan<br />
Supervisor bayangan dari bentuk”Coach Parenting” dari Negara bekas penjajahnya memalui para pemimpin hasil pendidikan Eropa/Belanda. Praktis Budaya korupsi nggak aka nada.</p>
<p>Tapi bagaimanapun kita lupakan itu semua, mari kita sudah ada NKRI, lupakan semua kita TIRU CINA…Negara Besar dengan dengan disiplin yang kuat menjadi kekuatan Ekonomi besar….Itu semua karena CINA bisa berantas korupsi Kebetulan saya barusan kunjungi Cina, Kata orang Indonesia yang sudah menetap disana, Cina tahun 1960-an…tidak beda dengan Indonesia…tetapi karena mampu berantas KORUPSI…..sekarang LUAR BIASA.  Mari kita berjuang berantas korupsi supaya tidak terjadi desintegrasi.</p>
<p>Salam<br />
Ridwan Fakih</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rfakih.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rfakih.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rfakih.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rfakih.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rfakih.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rfakih.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rfakih.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rfakih.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rfakih.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rfakih.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rfakih.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rfakih.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rfakih.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rfakih.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rfakih.wordpress.com&amp;blog=1749344&amp;post=16&amp;subd=rfakih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rfakih.wordpress.com/2011/12/06/menyikapi-issu-papua-di-desember-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2b83242ec03ee3ccbfcac0a85e76943?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rfakih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aktualisasi Diri</title>
		<link>http://rfakih.wordpress.com/2007/11/12/aktualisasi-diri/</link>
		<comments>http://rfakih.wordpress.com/2007/11/12/aktualisasi-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2007 10:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rfakih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rfakih.wordpress.com/2007/11/12/aktualisasi-diri/</guid>
		<description><![CDATA[                                                                                                                                                                 AKTUALISASI DIRI Salah satu kebutuhan dasar manusia untuk tetap hidup normal adalah aktualisasi diri.  Manusia perlu mencari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rfakih.wordpress.com&amp;blog=1749344&amp;post=5&amp;subd=rfakih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;"><strong></strong></span><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;"></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></span><strong><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;"></span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;">AKTUALISASI DIRI</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;"></span></strong><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Salah satu kebutuhan dasar manusia untuk tetap hidup normal adalah aktualisasi diri.  Manusia perlu mencari lingkungan (atau kalau perlu menciptakannya sendiri) di mana ia bisa benar-benar menghayati keberadaannya.  Setiap orang ingin merasakan nikmatnya menjadi orang yang berarti bagi sekitarnya.  Tidak ada orang yang mau diabaikan.  </font></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Ahli jiwa termashur Abraham Maslow, dalam bukunya Hierarchy of Needs menggunakan istilah aktualisasi diri (self-actualization) sebagai kebutuhan dan pencapaian tertinggi seorang manusia. Maslow menemukan bahwa, tanpa memandang suku atau asal-usul seseorang, setiap manusia mengalami tahap-tahap peningkatan kebutuhan atau pencapaian dalam kehidupannya. Kebutuhan tersebut meliputi:</font></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">(1) Kebutuhan fisiologis (Physiological Need), meliputi kebutuhan akan pangan, pakaian, tempat tinggal maupun kebutuhan biologis, </font></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">(2)KebutuhanKeamanan dan keselamatan (Safety Need), meliputi kebutuhan akan keamanan kerja, kemerdekaan dari rasa takut ataupun tekanan, keamanan dari kejadian atau lingkungan yang mengancam, </font></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">(3) Kebutuhan rasa memiliki, sosial dan kasih sayang (Social Need), meliputi kebutuhan akan persahabatan, berkeluarga, berkelompok, interaksi dan kasih sayang, </font></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">(4) Kebutuhan akan penghargaan (Esteem Need), meliputi kebutuhan akan harga diri, status, prestise, respek dan penghargaan dari pihak lain, </font></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">(5) Kebutuhan aktualisasi diri (self-actualization Need),meliputi kebutuhan untuk memenuhi keberadaan diri (self fulfillment) melalui memaksimumkan penggunaan kemampuan dan potensi diri.</font></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Terlepas dari pro dan kotra tentang teori Maslow, saya merasakan kebutuhan itu ada didiri kita semua, berikut ini saya akan menampilkan 2  phenomena kehidupan yang berhubungan dengan topic diatas sekedar sebagai renungan sahabat-habat semua diambilkan dari situs internet.</font></span><font size="3"><span style="font-family:Arial;">Seorang selebriti, wanita cantik yang masih muda dan seksi yang telah dikenal namanya oleh nyaris seluruh penduduk dunia datang ke sebuah kota untuk mengadakan konser.  Promotor konser, seperti biasa, harus siap dengan segala permintaan para artis, mulai dari yang wajar sampai yang edan.  Selebriti itu minta 3 kamar hotel berbintang lima di-<em><span style="font-family:Arial;">booking</span></em> untuknya (padahal badannya hanya butuh satu tempat tidur), seluruh dindingnya ditempel dengan kertas dinding berwarna kesukaannya, sebotol <em><span style="font-family:Arial;">champagne</span></em> mewah yang harganya ratusan ribu rupiah per botol siap menunggu di kamar, empat macam bunga yang ditebar di lantai kamar, dijemput dengan limosin, dan karpet merah menunggu di lobi hotel.  Dua kamar yang tidak digunakannya jelas mubazir, kertas dindingnya mengganggu pandangan, <em><span style="font-family:Arial;">champagne</span></em> pilihannya tidak pernah disentuh, bunga-bunga di lantai kamar tidak pernah ada manfaatnya, limosin yang digunakan tidak membuatnya terkesan, dan karpet merah itu cuma sepanjang empat puluh langkah saja.Ia masih muda dan cantik, penghasilannya cukup untuk tujuh turunan, dan apa yang dilakukannya selalu jadi sorotan.  </span><span style="font-family:Arial;">Mengapa ia masih meminta yang tidak-tidak?  Mengapa ia masih saja selalu meminta perhatian orang lain?  Mengapa ia tidak ubahnya seperti anak bayi yang menangis hanya untuk memanggil ibunya?</span></font><font size="3"><span style="font-family:Arial;">Jauh dalam lubuk hatinya, ia tahu bahwa ia tidak pernah berguna bagi orang lain.  Apa yang dilakukannya hanyalah bernyanyi dan melenggak-lenggokkan tubuh seksinya.  Penonton terhibur menonton video klip sepanjang empat menit, lalu apa?  </span><span style="font-family:Arial;">Orang-orang mendengar seluruh isi albumnya selama sejam, lalu apa?  Jutaan lelaki berfantasi kotor dengannya, lalu apa?  Sejujurnya, tidak ada hal besar yang pernah ia lakukan untuk orang lain.  Semuanya tidak berarti, bahkan bagi dirinya sendiri.  Orang-orang kagum melihatnya, tapi ia sendiri muak dengan cermin.</span></font><font size="3"><span style="font-family:Arial;">Hati kecil tidak berbohong.  Seorang tukang cukur yang bahagia lebih beruntung daripada selebriti dunia yang ingin bunuh diri.  Tukang cukur merasa benar-benar &#8216;ada&#8217;.  Tanpa mereka, bumi akan dipenuhi oleh orang-orang dengan rambut berantakan.  Apa jadinya dunia tanpa seorang penyanyi seksi?  Tidak masalah.  Toh masih banyak yang lainnya yang sama seksinya.  </span><span style="font-family:Arial;">Mereka bergelimang harta, tapi tidak pernah benar-benar berarti bagi dunia.  </span><span style="font-family:Arial;">Ketika kecantikannya mulai meluntur, orang-orang pun ramai-ramai meninggalkannya.  Kamera malas meliputnya, dan namanya pun mulai dilupakan.</span></font><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Kamera dan surat kabar memang tidak pernah (atau jarang sekali) memuat kisah seorang tukang cukur.  Jadi. Faktanya tetap : semua orang membutuhkan tukang cukur.  Mungkin inilah sebabnya banyak artis bunuh diri, sementara jarang sekali tukang cukur yang melakukan kebodohan yang sama.  Tukang cukur lebih unggul dalam hal aktualisasi diri.  Mereka benar-benar ada, dan benar-benar dibutuhkan.</font></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Apakah Anda dibutuhkan dilingkungan anda? Sebuah pertanyaan mungkin jawabannya hanya<span style="color:navy;"> </span>anda sendiri yang tahu.</font></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Salam</font></span><span style="font-family:Arial;"><font size="3">Ridwan Fakih</font></span><font size="3" face="Times New Roman"> Sumber : Dari beberapa situs Internet</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rfakih.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rfakih.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rfakih.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rfakih.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rfakih.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rfakih.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rfakih.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rfakih.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rfakih.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rfakih.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rfakih.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rfakih.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rfakih.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rfakih.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rfakih.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rfakih.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rfakih.wordpress.com&amp;blog=1749344&amp;post=5&amp;subd=rfakih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rfakih.wordpress.com/2007/11/12/aktualisasi-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2b83242ec03ee3ccbfcac0a85e76943?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rfakih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Koki Vs Pemimpin negara</title>
		<link>http://rfakih.wordpress.com/2007/10/03/koki-vs-pemimpin-negara/</link>
		<comments>http://rfakih.wordpress.com/2007/10/03/koki-vs-pemimpin-negara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Oct 2007 05:42:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rfakih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rfakih.wordpress.com/2007/10/03/koki-vs-pemimpin-negara/</guid>
		<description><![CDATA[Koki Vs Pemimpin Negara Renungan  - by Ridwan FakihNegara Indonesia sudah berumur 62 tahun tapi belum kuat untuk berdiri kokoh salah siapa? Negara Indonesia sampai saat ini sudah akan berumur 62 tahun, tetapi kita harus mengakui kita belum mempunyai sistem negara yang solid. Dulu pernah Demokrasi Terpimpin, pernah Demokrasi Pancasila, sekarang mau masuk kealam Deemokrasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rfakih.wordpress.com&amp;blog=1749344&amp;post=4&amp;subd=rfakih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size:22pt;color:#333333;font-family:Georgia;">Koki Vs Pemimpin Negara </span></strong><span style="color:#333333;font-family:Georgia;"><font size="3">Renungan <span> </span>- by Ridwan Fakih</font></span><strong><span style="font-size:14pt;color:#333333;font-family:Georgia;">Negara Indonesia sudah berumur 62 tahun tapi belum kuat untuk berdiri kokoh salah siapa?<br />
</span></strong><span style="color:#333333;font-family:Georgia;"><br />
</span><span style="color:#333333;font-family:Georgia;"><font size="3">Negara Indonesia sampai saat ini sudah akan berumur 62 tahun, tetapi kita harus mengakui kita belum mempunyai sistem negara yang solid. Dulu pernah Demokrasi Terpimpin, pernah Demokrasi Pancasila, sekarang mau masuk kealam Deemokrasi &#8220;tanpa embel2&#8243; maunya Really Democracy. </font></span><span style="color:#333333;font-family:Georgia;"><font size="3">Bisa dikatakan sekarang ini masih berproses, dan bisa dikatakan non sistem.<br />
Salah Siapa? Kok sudah 62 tahun berproses, kok juga belum terbentuk. Kalau diandaikan sedang masak kapan masaknya selesai, kok nggak selesai-selesai, sudah lapar nih &#8211; kata rakyat.</p>
<p></font></span><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:Georgia;">Yang salah kokinya, atau yang salah fasilitasnya atau bahannya? Kalau yang salah bahannya, nggak juga, rakyak Indonesia sebenarnya mudah menyesuaikan. Kalau begitu fasilitasnya (alat masaknya) belum ada atau belum memadai, artinya sistem belum ada atau ada tetapi belum solid, sehingga menyebabkan masakan nggak kelar. Atau penyebabnya kokinya nggak becus, ini juga bisa jadi penyebab.</p>
<p>Kalau koki nggak becus, sebenarnya pemimpin-pemimpin kita merupakan manusia koki yang pilihan dan merupakan koki terbaik juga. Nah kalau begitu mungkin fasilitasnya kurang memadai atau dengan kata lain kita bernegara ini belum punya sistem bernegara yang benar.</p>
<p>Antara 2 penyebab itu mari kita sekedar mengupasnya sekedar merenung. Bisa jadi, si Koki karena merasa pinter, lalu fasilitasnya/alat masaknya direkayasa SOP nya dia rubah sedemikian supaya si koki bisa leluasa masaknya sesuai selera si koki. Marilah kita berandai seperti itu.</p>
<p>Kalau kemungkinan yang terakhir, si Koki (tukang masak) bisa disalahkan. Mungkin sebaiknya, koki kita perlu dibimbing dan dipaksa memakai SOP (Standard Operating Procedure) yang benar oleh koki yang berpengalaman supaya masaknya berhasil sehingga bahan yang dimasak bisa segera menjadi matang dan menjadi santapan yang enak ( yaitu masyarakat Adil &amp; makmur seperti rencana resep semula).</p>
<p>Dari analogi diatas, kawan diskusi saya menyimpulkan, kenapa Indonesia ini sangat lamban untuk bangkit karena para pemimpin kita sebagai koki banyak merekayasa SOP bernegara seenaknya supaya dia tetap enak menduduki jabatan koki negara.</p>
<p>Kalau kita menengok kebelakang, Jepang sewaktu menjajah Indonesia sudah membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan, untuk membuat fasilitas Alat Masak dengan SOP yang benar. Tetapi karena Jepang kalah perang. Kita mengambil alih dengan alat masak seadanya dengan tekat yang baik ingin membuat masakan yang enak.</p>
<p>Tetapi ditengah jalan, koki kita merekayasa SOP sesuai selera akhirnya kita tidak pernah bisa bikin makanan yang enak (kemakmuran negara) untuk bisa dinikmati rakyat.</p>
<p>Dengan analogi diatas bisa juga negara kita seakan akan &#8220;Stateless&#8221; SOP (baca : HUKUM) tidak bisa ditegakkan. Akhirnya yang untung yang kuat saja, yang lemah &#8220;mongso bodo&#8221; sakarepmu, kalau kamu mau hidup yah berjuanglah, kalau kamu lemah yah matilah, ini seakan akan kaya ”stateless” kaya dihutan hukum rimba yang berlaku..</p>
<p>Tetapi saya bersyukur SBY sudah ada NIAT yang benar2 untuk menegakkan SISTEM walaupun “suangaat syuusyah”.Tetapi saya yakin dengan NIAT yang benar, point ini sudah merupakan langkah strategis untuk meletakkan pondasi bernegara yang benar ( bernegara dengan memakai SOP yang benar).</p>
<p>Kalau niat SBY hanya lip service, saya yakin sampai 100 tahun umur bangsa ini masih seperti sekarang ini, Yang kaya makin kaya (jumlahnya hanya sedikit ) dan sebagian besar rakyat masih tidak terlindungi dan tidak tentram karena tidak pasti masa depannya. Berarti masalah HAM makin runyam. Mungkin akan kalah dengan Timor Timur yang rakyatnya akan lebih lebih duluan menikmati kemakmuran, walaupun SDA terbatas karena sistem negara (SOP Negara) sedang berproses dibantu persiapannya oleh KOKI yang berpengalaman (PBB/UN/Negara Besar)&#8230;&#8230;. dan saya takut kawan saya akhirnya pada kesimpulan, kalau begitu sebaiknya Indonesia tidak perlu merebut kemerdekaannya, biar dijajah dulu untuk di ajari membuat SOP bernegara yang benar dan si KOKI dididik untuk disiplin melaksanakan SOP. Kawan saya yakin kalau kemerdekaan tidak direbut kita rakyat Indonesia bisa lebih cepat matang berbangsa &amp; bernegara terbiasa disiplin hidup memakai aturan hukum yang sudah ditetapkan dan aturan (hukum) bukan untuk direkayasa.</p>
<p>Sebagai contoh kita menegakkan aturan memakai &#8220;safety Belt&#8221; saja susah sekali, melaksanakan/menegakkan aturan dilarang merokok ditempat umum saja syuusyahnya bukan main, ini baru contoh yang sederhana.</p>
<p>Kawan saya malah lebih keras, jangan-jangan kita terburu buru memerdekakan diri supaya pemimpin kita bisa menduduki jabatan koki negara. Kalau kesimpulan ini muncul &#8230;wah, alhasil kita kehilangan pahlawan kemerdekaan Bung Karno, pahlawan Pembangunan/bapak bangsa seperti Suharto dan lain-lain..dan kita bukan bangsa yang besar karena tak menghargai para pahlawannya.</p>
<p>Yah walaupun dalam hati saya mengakui kita belum bangsa yang besar, kalau besar penduduknya, yah siapa bisa bantah!</p>
<p></span><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:Georgia;">(Ridwan Fakih – Kuwait Awal Oktober 2007)</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rfakih.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rfakih.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rfakih.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rfakih.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rfakih.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rfakih.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rfakih.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rfakih.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rfakih.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rfakih.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rfakih.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rfakih.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rfakih.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rfakih.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rfakih.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rfakih.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rfakih.wordpress.com&amp;blog=1749344&amp;post=4&amp;subd=rfakih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rfakih.wordpress.com/2007/10/03/koki-vs-pemimpin-negara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2b83242ec03ee3ccbfcac0a85e76943?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rfakih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Parameter Pemimpin Indonesia Yang Baik</title>
		<link>http://rfakih.wordpress.com/2007/09/19/apa-parameter-pemimpin-indonesia-yang-baik/</link>
		<comments>http://rfakih.wordpress.com/2007/09/19/apa-parameter-pemimpin-indonesia-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Sep 2007 11:15:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rfakih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rfakih.wordpress.com/2007/09/19/apa-parameter-pemimpin-indonesia-yang-baik/</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 17 Agustus 2007, Indonesia tercinta akan berumur 62 tahun. Ada seorang pakar psikologi mengatakan, kita perlu waspada untuk mengamati posisi umur memasuki angka 18-40-60. Umur negara mungkin tidak identik dengan umur manusia. Memang. Tetapi tidak ada salahnya kita perlu merenung dengan umur negara kita yang sudah berumur 62 tahun ini, untuk mengetahui sudah seberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rfakih.wordpress.com&amp;blog=1749344&amp;post=3&amp;subd=rfakih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#555544;font-family:Tahoma;"><font size="3">Tanggal 17 Agustus 2007, Indonesia tercinta akan berumur 62 tahun. Ada seorang pakar psikologi mengatakan, kita perlu waspada untuk mengamati posisi umur memasuki angka 18-40-60. Umur negara mungkin tidak identik dengan umur manusia. Memang. Tetapi tidak ada salahnya kita perlu merenung dengan umur negara kita yang sudah berumur 62 tahun ini, untuk mengetahui sudah seberapa jauh kita berjalan. Sudah benarkah arah perjalanan kita. Apakah jalan kita yang kita tempuh sudah mengarah kepada tujuan yang kita tetapkan.</p>
<p>Indonesia memasuki umur 62 tahun, banyak anggota masyarakat menyatakan rasa tidak puas dengan kondisi negaranya sendiri. Kadang-kadang kita sadar kenapa kita justru selalu mengeluhkan kondisi negaranya sendiri yang tidak pernah kunjung memuaskan. Apalagi kalau kita melihat negara-negara tetangga di ASEAN. Apanya yang salah, siapa yang perlu disalahkan apa rakyatnya atau pemimpinya? Apa kedua-duanya perlu dipersalahkan? Pertanyaan-pertanyaan itu cukup menggelitik. Mungkin kedua-duanya ada kesalahan, secara system.<span>  </span>Tetapi menyalahkan rakyat bisa kurang mengenai sasaran karena alamatnya tidak jelas, rakyat yang mana, sehingga paling mudah bagaimana kita mencoba melihat dan mencoba menilai para pemimpin kita sebagai perwakilan rakyatnya untuk melihat posisi negara kita saat ini.</font></span><span style="color:#555544;font-family:Tahoma;"><font size="3">Renungan ini akan menuju sebuah pertanyaan. Apakah pemimpin-pemimpin negara kita sudah baik dan benar dalam mempimpin. Menjadi sulit kita akan menilainya kalau kita tidak mempunyai parameter atau ukuran yang jelas. Menentukan ukuran dan parameter mungkin juga menjadi susah, karena perlu criteria yang<span>  </span>variabelnya banyak sehingga bisa menjadi tolok ukur atau sebagai parameter. <span> </span>Mungkin untuk menyederhanakan kita perlu parameter yang sesedikit mungkin, sehingga kita bisa berpikir lebih linier, dan memakai bahasa yang sederhana, mungkin tidak perlu memerlukan referensi literatur yang menumpuk di perpustakaan, tetapi cukup dengan kejujuran hati untuk menilai diri sendiri. </font></span><span style="color:#555544;font-family:Tahoma;"><font size="3">Seorang pemimpin negara mungkin bisa disebut sebagai negarawan. Pertanyaan berikutnya apakah negarawan kita sebagai pemimpin bangsa kita sudah baik dan sukses memimpin negara kita, sesukses kepopuleran mereka? Nah marilah kita merenung sejenak tentang kepemimpinan negara kita.</font></span><span style="color:#555544;font-family:Tahoma;"><font size="3">Pengertian sederhana seorang negarawan adalah secara jelas harus mempunyai visi kenegaraan yang mengarah untuk membangun negara menjadi tegak berdiri kokoh, Mampu memimpin dengan hati yang tulus untuk negara dan rakyat sesuai dengan sumpahnya. Pembangunan negara tentu saja tidak seperti membalik telapak tangan dan memerlukan waktu yang cukup. Pemimpin negara yang mempunyai visi jauh kedepan sangat sadar bahwa kepemimpinanya harus bisa diteruskan pemimpin generasi berikutnya. Sehingga seorang negarawan musti minimal mampu berkontribusi meletakkan dasar-dasar pembangunan negara yang dicita-citakan dengan membangun pondasi dasar untuk berdirinya suatu bangunan negara yang dicita-citakan bersama.</font></span><span style="color:#555544;font-family:Tahoma;"><font size="3">Kira kira parameter seorang negarawan itu apa? Jawaban yang paling mudah ditangkap parameter negarawan yang sukses adalah “sewaktu suksesi” jalannya mulus dan tidak ada gejolak yang membuat terjadi “point of return” terhadap pembangunan atau terjadi degradasi pembangunan itu sendiri. Bisa dianalogikan secara sederhana kalau seorang anak menyusun balok bertingkat membentuk bangunan balok bertingkat, begitu bangunan selesai dan tangan yang meletakkan tumpukan terakhir dilepaskan bangunan tumpukan balok tetap berdiri dan tidak roboh. Ini adalah parameter pertama.</font></span><font size="3"><span style="color:#555544;font-family:Tahoma;">Parameter kedua pemimpin negara bisa dianalogikan dengan sebagai kepala keluarga suatu bangsa jadi untuk menyederhanakan parameter apa yang baik sebagai kepala keluarga bangsa, dapat kita kiaskan apa yang baik buat seorang pemimpin suatu rumah tangga. Apa yang dipikirkan oleh seorang kepala rumah tangga? Yang pertama, dengan segala daya dan kemampuan dan bakatnya, kepala rumah tangga harus menegakkan ekonomi keluarga dan memberikan prioritas dengan cara apapun harus memikirkan: bagaimana pendidikannya anak-anaknya bisa dilakukan sebagai bentuk investasi pertama supaya anaknya dapat menyiapkan masa depannya secara mandiri dan kalau bisa lebih baik dari orang tuanya. Jadi seorang negarawan harus mempunyai prioritas meletakkan dasar perekonomian negara dan memprioritaskan anggaran pendidikan untuk mempersiapkan “human capital” pada saat awal pembangunan. Dengan kata lain pembangnan harus dimulai dengan membangun SDMnya dengan anggaran pendidikan sebagai prioritas. Ini penting karena ini merupakan fondasi pembangunan atau fondasi rumah Negara yang akan ditegakkan atau yang akan dibangun.</p>
<p>Dua parameter diatas adalah merupakan pondasi dasar pembangunan yang harus dibangun terlebih dahulu. Dari kedua parameter pondasi dasar, bisa dilanjutkan dengan parameter-parameter berikutnya sebagai pilihan strategi pembangunan yang harus diletakkan pada dua koridor pondasi dasar pembangunan. Sebagai seorang negarawan harus mampu mempunyai strategi pembangunan yang bisa memberikan fasilitas-fasilitas publik dengan sistematis. </span><span style="color:#555544;font-family:Tahoma;">Kemampuan menegakkan strategi ini harus ditunjang urutan prioritas yang logis. </span><span style="color:#555544;font-family:Tahoma;">Strategi pembangunan harus dibuat untuk mendahulukan mana yang lebih penting. Ini menyangkut kemampuan mengeliminir pengaruh-pengaruh dari luar yang berupa : Kancah perpolitik Internasional, gejolak ekonomi international, regional dan domestik. Tentu ini merupakan sesuatu pekerjaan yang sangat kompleks, ruwet. Karena kompleks dan ruwet itulah kenegarawanan seorang pemimpin negara diuji dan ditantang. Disinilah visi kenegaraan seorang pemimpin diuji kemampuannya. </span></font><font size="3"><span style="color:#555544;font-family:Tahoma;">Dari tingginya tingkat keruwetan memimpin suatu negara karena adanya pengaruh badai perpolitikan internasional yang kuat, seorang pemimpin negara harus tetap memegang amanah bahwa “pemimpin” itu terpilih dan dipilih untuk mewakili rakyatnya untuk maju secara bersama, sehingga parameter berikutnya adalah pemimpin yang baik harus mengarah dan memulai pembangunan yang mendahulukan fasilitas dan kebutuhan-kebutuhan publik yang merupakan kebutuhan rakyat yang mendasar, yang merupakan pembangunan phisik suatu bangsa.</p>
<p>Penentuan strategi pembangunan mendahulukan fasilitas public dapat dipakai sebagai parameter ketiga. Ketiga parameter akan membentuk suatu hirarki pondasi pembangunan. Parameter ketiga memang sangat luas, karena itu bentuk pembangunan phisik suatu bangsa dan negara harus diletakkan dalam fondasi bangsa yang kokoh dan kuat yang berupa “kwalitas SDM yang memadai”, membentuk karakter bangsa yang yang berupa “human capital” yang berkarakterif dalam bentuk kwalitas bangsa atau ”corporate culture” yang yang berkwalitas.</p>
<p>Pendidikan adalah salah satu usaha membangun “human capital”, meletakkan dasar kearah pembetukan karakter dari anak-anak bangsa yang bisa mengarah pada “corporate culture” bangsa yang bergerak pada arah watak bangsa yang disiplin, patuh pada aturan, bersemangat untuk maju dan membangun negara secara bersama. Pembanguan pendidikan adalah salah satu usaha yang kearah pembentukan fondasi pembentukan karakter bangsa yang lebih berkwalitas, karakter bangsa yang makin tertib dan teratur dan berketaatan pada hukum atau aturan yang sudah ditetapkan, sehingga “corporate culture” suatu bangsa terbentuk mengarah pembentukan negara yang yang tertib, kuat dan memperkuat kedudukan marwah negara yang besar, kuat dan berpengaruh.</p>
<p>Banyak negara maju tidak mempunyai sumber daya alam yang cukup, tetapi mempunyai sumber daya manusia yang unggul atau dengan kata lain mempunyai “human capital” yang baik. Human capital yang baik ditandai dengan produktivitas masyarakatnya tinggi dan membuat negaranya menjadi negara yang kaya dan kuat secara ekonomis. Kwalitas SDM yang baik untuk Indonesia dan bangsa-bangsa yang lain berawal dari pendidikan yang membentuk etos kerja suatu anak bangsa menjadi lebih baik, lebih produktif dan lebih sadar akan pentingnya kedisiplinan, ketertiban dan tingginya kesadaran pada pentingnya akan ketaatan hukum, sehingga sistem suatu negara berjalan secara mulus dan “corporate culture” suatu bangsa terbentuk pada tingkat kwalitas yang terus membaik, baik kepada pemimpinnya dan juga pada masyarakat yang dipimpinnya.</p>
<p>Parameter-parameter diatas mungkin akan memberikan kilas balik kepada negara kita yang sudah memasuki umur yang sudah cukup tua yaitu 62 tahun untuk mawas diri. </span><span style="color:#555544;font-family:Tahoma;">Kita perlu rendah hati untuk mau menilai diri kita, pemimpin-pemimpin kita. </span></font><span style="color:#555544;font-family:Tahoma;"><font size="3">Kemerdekaan Indonesia merupakan perwujutan perjuangan para pemimpin dan rakyat Indonesia. Kalau ingin kita lebih baik dan lebih maju, kita harus berani menilai diri kita secara jujur. Kita harus berani mengakui ketertinggalan kita. Tidak ada salahnya kita meniru bangsa lain yang bisa berjuang lebih maju dan lebih baik dari kita. Kita harus mulai sekarang.</p>
<p>Ridwan Fakih</font></span><font size="3"><span style="color:#555544;font-family:Tahoma;">Kuwait</span><span style="color:#555544;font-family:Tahoma;">, 13 Agustus 2007</span></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rfakih.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rfakih.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rfakih.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rfakih.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rfakih.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rfakih.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rfakih.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rfakih.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rfakih.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rfakih.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rfakih.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rfakih.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rfakih.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rfakih.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rfakih.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rfakih.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rfakih.wordpress.com&amp;blog=1749344&amp;post=3&amp;subd=rfakih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rfakih.wordpress.com/2007/09/19/apa-parameter-pemimpin-indonesia-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2b83242ec03ee3ccbfcac0a85e76943?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rfakih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://rfakih.wordpress.com/2007/09/19/hello-world/</link>
		<comments>http://rfakih.wordpress.com/2007/09/19/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Sep 2007 10:49:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rfakih</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rfakih.wordpress.com&amp;blog=1749344&amp;post=1&amp;subd=rfakih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rfakih.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rfakih.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rfakih.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rfakih.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rfakih.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rfakih.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rfakih.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rfakih.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rfakih.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rfakih.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rfakih.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rfakih.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rfakih.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rfakih.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rfakih.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rfakih.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rfakih.wordpress.com&amp;blog=1749344&amp;post=1&amp;subd=rfakih&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rfakih.wordpress.com/2007/09/19/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2b83242ec03ee3ccbfcac0a85e76943?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rfakih</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
